Google Buat Kesalahan Kecil, Internet Jepang Bermasalah

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 29 Aug 2017 10:22 WIB
internetgoogle
Google Buat Kesalahan Kecil, Internet Jepang Bermasalah
Google membuat masalah internet di Jepang. (AP Photo / Virginia Mayo, File)

Metrotvnews.com: Minggu lalu, hampir setengah penduduk Jepang kehilangan akses ke internet karena kesalahan yang Google buat. Kesalahan ini disadari dan diperbaiki hanya dalam hitungan menit.

Namun, kesalahan ini berujung pada koneksi internet lambat yang berlangsung selama berjam-jam. Dampak ini begitu luas sehingga Departemen Dalam Negeri dan Kementerian Komunikasi Jepang mengadakan investigasi terkait hal ini.

Menurut laporan Engadget, masalah muncul pada sekitar siang hari pada hari Jumat. Kesalahan yang dibuat Google membuat seolah-olah banyak alamat IP harus melalui Google. Padahal, alamat IP itu sebenarnya adalah milik penyedia internet Jepang. Jadi, banyak trafik yang seharusnya masuk ke Jepang terkirim ke Google oleh penyedia internet besar seperti Verizon.

Mengingat Google bukanlah penyedia internet dan memang tidak memiliki fungsi untuk menerima trafik, jadi, trafik yang seharusnya masuk ke Jepang itu tidak masuk ke mana-mana. Jaringan bisa dipulihkan dalam waktu kurang dari satu tahun.

Internet lambat akibat kesalahan ini memengaruhi berbagai industri, seperti keuangan -- perdagangan terhambat -- dan transportasi, para penumpang East Japan Railway Co. tidak bisa membeli tiket atau naik ke kereta api. Dua penyedia internet yang paling terpengaruh adalah KDDI Corp. dan NTT Communications, yang menyediakan lebih dari 7 juta orang. 

Kepada Asahi Shimbun, juru bicara Google berkata, "Kami memasukkan informasi salah terkait jaringan dan akibatnya, banyak masalah muncul. Kami membetulkan masalah ini dalam waktu 8 menit. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan untuk pengguna internet."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.