Rusia Incar PNS AS Pakai Malware via Pesan Twitter

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 19 May 2017 14:35 WIB
media sosialtwittercyber security
Rusia Incar PNS AS Pakai Malware via Pesan Twitter
Ilustrasi. (TechCrunch)

Metrotvnews.com: Rusia mungkin menggunakan Twitter sebagai alat spionase internasional.

Sebuah artikel dari Time menjelaskan tentang laporan resmi yang beredar di komunitas intelijen, mengklaim bahwa agen pemerintah Rusia mengirimkan pesan Twitter yang mengandung malware ke lebih dari 10 ribu pekerja Departemen Pertahanan Amerika Serikat. 

"Tergantung pada topik yang menarik bagi para target, pesan yang dikirimkan berisi tautan ke artikel terkait pertandingan olahraga baru atau Oscar, yang diadakan minggu kemarin," lapor Time.

"Ketika tautan diklik, pengguna akan di bawa ke server yang dikendalikan oleh Rusia untuk mengunduh program yang memungkinkan hacker di Moscow untuk mengambil alih kendali ponsel atau komputer korban -- serta akun Twitter mereka."

The Verge menyebutkan, ini adalah taktik baru grup hacker Rusia, yang biasanya memang menggunakan teknik phishing untuk menyebarkan malware dan akun Twitter untuk menyebarkan gerakan politik mereka. Terkadang, mereka menyebarkan ide mereka dengan berpura-pura menjadi pribadi tertentu.

Seorang tentara Rusia yang ada di Ukraina berpura-pura sebagai seorang ibu rumah tangga berumur 42 tahun di Amerika Serikat dengan tujuan untuk memengaruhi debat politik.

Penggunaan bot merupakan masalah yang bercokol di Twitter selama pemilu AS. Pada Oktober, para analis menemukan sekumpulan akun tanpa follower yang berpura-pura menjadi remaja asal AS dan melakukan retweet sentimen pro-Trump. FBI dikabarkan tengah melakukan penyelidikan pada sekumpulan Twitter bot sebagai bagian dari investigasi pada pengaruh luar dalam pemilu AS tahun lalu.

Malware yang menyebar melalui Twitter adalah kekhawatiran nyata, terutama dalam awal pemerintahan Trump. Ketika itu sang presiden AS berkeras untuk mengakses Twitter menggunakan Samsung Galaxy S3 tuanya. Jika agen asing berhasil mengirimkan pesan berisi malware ke presiden, mereka dapat dengan mudah meretas sistem keamanan ponsel tersebut.

Belakangan, Trump mulai menggunakan iPhone untuk mengakses Twitter. Namun, masih belum diketahui apakah ada modifikasi khusus untuk membuat ponsel tersebut menjadi lebih aman. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.