Trump ingin Potong Dana Penelitian Perubahan Iklim NASA

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 24 Nov 2016 12:34 WIB
antariksa
Trump ingin Potong Dana Penelitian Perubahan Iklim NASA
Ilustrasi. (AFP PHOTO / OLIVIER MORIN)

Metrotvnews.com: Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump percaya bahwa perubahan iklim tidak ada hubungannya dengan manusia.

Meskipun belakangan dia mengakui bahwa tingkah laku manusia mungkin memiliki pengaruh pada perubahan iklim, hal itu bukan berarti dia telah berubah pendapat. 

Penasehat senior Trump untuk segala sesuatu terkait NASA berkata, presiden terpilih akan berusaha untuk menghapuskan "sains yang dipolitisasi" dengan memotong anggaran penelitian perubahan iklim NASA, lapor Inhabitat

Saat ini, NASA adalah salah satu sumber utama terkait data tentang bagaimana perubahan iklim mempengaruhi negara-negara di berbagai belahan dunia. Data tersebut meliputi informasi yang didapatkan dari satelit mengenai suhu air dan udara, level mencarinya es dan kenaikan permukaan laut dan gejala lain yang membuat para peneliti dapat mengerti tentang apa yang terjadi pada Bumi dengan lebih baik.

Divisi sains Bumi NASA melakukan riset tentang perubahan iklim yang dilakukan oleh NASA berdasarkan data yang mereka kumpulkan dari jaringan satelit yang mereka miliki. Sebelum ini, muncul rencana untuk meningkatkan dana divisi ini menjadi USD2 miliar (Rp27 triliun) pada 2017. 

Sementara itu, dana NASA untuk eksplorasi luar angkasa justru dikurangi menjadi USD2.8 mliar (Rp37,8 triliun) tahun depan. Seiring dengan pemotongan dana eksplorasi luar angkasa, dana untuk penelitian terkait iklim naik. Sejak saat itu, NASA telah dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang keadaan Bumi. Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang membuat Trump senang.

Bob Walker, penasehat senior dalam kampanye Trump, berkata pada Guardian bahwa penelitian perubahan iklim NASA -- yang dia sebutkan sebagai "pemonitoran lingkungan yang benar secara politik" -- tidak lagi dibutuhkan. Dia menyarankan agar Trump memotong, atau bahkan menghapuskan pendanaan untuk divisi sains Bumi milik NASA dan sebagai gantinya, menaikkan dana untuk ekplorasi luar angkasa. 

Trump tidak banyak bicara tentang rencananya terkait NASA, tapi dia mengimplikasikan bahwa dia ingin "menghidupkan kembali eksplorasi bulan Amerika". Dia bahkan mungkin mendukung pembangunan markas di bulan yang dapat menjadi tempat tinggal untuk 13 ribu orang. Sementara menurut CEO SpaceX, Elon Musk, rencana ini begitu tidak masuk akal.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.