Gelar Hackathon, AirAsia Cari Solusi di Dunia Penerbangan dalam Waktu 18 Jam

K. Yudha Wirakusuma    •    Selasa, 21 Mar 2017 10:17 WIB
air asia
Gelar Hackathon, AirAsia Cari Solusi di Dunia Penerbangan dalam Waktu 18 Jam
Suasana kompetisi hackaton AIRVOLUTION 2017

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: "Kami berharap agar lebih banyak lagi ide-ide inovatif yang lahir. Yang dapat membuat pengalaman terbang semakin berkesan untuk pelanggan," kata Chief Data and Digital Officer AirAsia, Nikunj Shanti di RedQ, kantor pusat baru AirAsia di Sepang, Malaysia, dalam acara AIRVOLUTION 2017, Minggu (19/3/2017).

Dia bangga dengan 20 peserta yang berusaha menjadi yang terbaik. Ide yang lahir, benar-benar berbeda dari yang pernah ada. "Kami sangat terkesan dengan bagaimana para hacker mencoba memecahkan masalah secara kreatif serta pemahaman teknis mereka selama akhir pekan ini," ujarnya.

Sebanyak 20 tim dari Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, Singapura, India, Sri Lanka, Hong Kong, dan Australia turut serta dalam AIRVOLUTION 2017.

Selama 18 jam seluruh tim menghadirkan solusi terbaik untuk menjawab tantangan di dunia penerbangan. Semalam suntuk, 20 tim meramu ide dan mengaplikasikannya lewat sebuah program. Buah pemikiran mereka dipresentasikan kepada juri, selama delapan menit. 

Berperan sebagai juri dalam kompetisi ini adalah Chief Data and Digital OfficerAirAsia, Nikunj Shanti; Chief Information Officer Grup AirAsia, Declan Hogan; Head of Development AirAsia, Su Yu Min; Head of Product Management AirAsia, Robin Low; Managing Director C-ASEAN Thailand, Dr. Karndee Leopairote; dan Head of Strategy and New Services LINE Thailand, Kawin Tangudtaisak.

Selama hackathon berlangsung, para hacker dibantu mentor dari departemen ICT AirAsia, Business Development Head dari ServisHero, Suresh Tan; Stakeholder Engagement and Partnership Programmes Head dari MDEC, Azreena Azizan; dan Innovation Lead dari Telekom Malaysia, Maznuddin Zainuddin.

Setelah mengalami perdebatan panjang, akhirnya juri sepakat memutuskan tim Aviato dari Singapura sebagai pemenang. Tim Aviato menang dengan ide menyusun sebuah profil pengguna secara real-time. Berdasarkan gambar yang ditampilkan dan jumlah penyukanya di Instagram. 

Sehingga memungkinkan untuk membuat beragam penawaran destinasi AirAsia yang lebih sesuai, dengan target pengguna. Maupun pilihan makanan yang lebih mencerminkan minat pengguna.

Tim Aviato terdiri dari 5 orang warganegara Singapura yaitu Choo Yan Sheng, John Goh Choo Ern, Durwin Ho Hsu Tian, Albert Puah Beng Hong and Kevin Kwa Leung Boon.

Atas keberhasilannya, Aviato dianugerahi hadiah utama berupa uang tunai senilai RM25.000 atau sekitar Rp75.000.000, 100.000 AirAsia BIG Points dan lima buah tiket penerbangan pulang-pergi ke destinasi AirAsia manapun.

AirAsia BIG merupakan program loyalitas pelanggan dari AirAsia. Para anggotanya akan mendapatkan BIG Points dari AirAsia, Tune Hotels, Tune Talk dan lebih dari 100 mitra lainnya di seluruh dunia. 

Dengan menukarkan minimal 500 BIG Points selama promo Final Call AirAsia BIG berlangsung. Anggota BIG sudah dapat menikmati terbang gratis bersama AirAsia, dan menginap gratis di Tune Hotels.

Sekadar diketahui, Hackathon adalah saat berkumpulnya programmer, project manager, ICT researcher/enthusiast untuk membuat aplikasi (hacking). Aplikasi ini bertujuan menyelesaikan masalah tertentu, dan dilakukan dengan sangat singkat.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.