Tiongkok Siap Pangkas Penjualan iPhone Jika AS Deklarasi Perang Dagang

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 14 Nov 2016 16:42 WIB
teknologiiphonepemilu as
Tiongkok Siap Pangkas Penjualan iPhone Jika AS Deklarasi Perang Dagang
Donald Trump. (Wikipedia)

Metrotvnews.com: Pemerintah Tiongkok  tidak akan tinggal diam jika presiden terpilih AS Donald Trump mendeklarasikan perang dagang dengan Tiongkok, dan memperingatkan bahwa penjualan iPhone dan mobil AS akan menurun.

Dalam sebuah editorial yang diterbitkan kemarin, Global Times berkata, Trump naif jika dia tetap menjalankan janjinya selama kampanye untuk mengimplementasikan tarif 45 persen pada produk ekspor Tiongkok ke AS dan menyebut Tiongkok sebagai manipulator mata uang.

Seperti yang disebutkan oleh The Verge, selama kampanye, Trump memang sering menyerang Tiongkok, dan membuat janji akan memperkuat kesepakatan dagang demi menghidupkan kembali sektor manufaktur di AS. Tampaknya, Trump tidak akan menetapkan tarif 45 persen pada produk Tiongkok, karena hal ini dianggap akan membuat perdagangan "lumpuh".

"Tiongkok akan menggunakan pendekatan mata diganti mata," tulis Global Times. "Pembelian pesawat Boeing akan diganti dengan pesawat Airbus. Mobil AS dan penjualan iPhone di Tiongkok akan mengalami penurunan, dan impor AS akan kedelai dan jagung akan terhambat. Tiongkok juga akan membatasi jumlah murid yang belajar di AS."

Sebagai presiden, Trump hanya akan dapat menetapkan tarif pada produk-produk tertentu tidak lebih dari 15 persen selama 150 hari, kecuali dalam keadaan darurat. Selama kampanye, Trump terlihat tidak mempedulikan kekhawatiran dari para ahli ekonomi dan regulator jika terjadi perang dagang dengan Tiongkok, yang merupakan rekan dagang terbesar AS.

Namun, masih belum jelas apakah Trump akan bertindak agresif terhadap Tiongkok setelah dia menjabat sebagai presiden. Menurut Global Times, sebagai seorang pengusaha yang cerdik, Trump tidak akan bertindak naif. 

"Jika Trump menghentikan perdagangan Tiongkok-AS, akan ada beberapa industri AS yang menemui masalah," tulis koran tersebut. "Pada akhirnya, presiden baru akan dibenci karena kecerobohannya, ketidakpeduliannya dan ketidakcakapannya dan akhirnya harus menanggung semua konsekuensi yang muncul."

Menurut koran tersebut, Presiden Tiongkok Xi Jinping telah berbicara dengan Trump melalui telepon pada hari Senin, memberitahu sang presiden terpilih bahwa "kerja sama adalah pilihan yang benar untuk Tiongkok dan Amerika Serikat."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.