Dituduh Lakukan Monopoli, Qualcomm Kena Tuntut

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 18 Jan 2017 11:35 WIB
qualcomm
Dituduh Lakukan Monopoli, Qualcomm Kena Tuntut
Qualcomm dituntut oleh FTC atas tuduhan monopoli. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)

Metrotvnews.com: Qualcomm memaksa Apple untuk menggunakan chip buatannya secara eksklusif sebagai ganti dari biaya lisensi yang lebih murah, menurut tuntutan terhadap Qualcomm. Tindakan ini dianggap menyudutkan pesaing dan merusak kompetisi. 

Tuntutan ini, yang dimasukkan ke pengadilan oleh Komisi Dagang Federal (FTC), menuduh Qualcomm, perusahaan pembuat prosesor smartphone terbesar, telah melakukan monopoli di pasar smartphone dengan tidak memberikan chip pada produsen smartphone yang tidak memiliki lisensi.

Peraturan itu memaksakan model lisensi paten untuk mendapatkan royalti besar dari pembuat smartphone dan melemahkan persaingan, kata FTC.

"Qualcomm sadar bahwa pesaing yang memenangkan kontrak dengan Apple akan menjadi lebih kuat dan menggunakan eksklusifitas untuk mencegah Apple bekerja sama dengan yang lain dan meningkatkan efektivitas pesaing Qualcomm," ujar FTC dalam pernyataan resmi, seperti yang dikutip dari CNET.

Tuntutan ini merupakan salah satu tuntutan terhadap Qualcomm atas dugaan pelanggaran peraturan antitrust. Bulan lalu, Komisi Keadilan Dagang Korea Selatan memberikan denda USD850 juta (Rp11,3 triliun) pada Qualcomm karena menggunakan "model bisnis yang tak adil" dan menciptakan monopoli.

Pada bulan Februari, Tiongkok memberikan denda pada Qualcomm sebesar hampir USD1 miliar (Rp13,3 triliun) sebagai bagian dari penyelidikan antimonopoli terhadap perusahaan tersebut. 

FTC berkata, paten milik Qualcomm merupakan paten standar-esensial, yang berarti teknologi tersebut sangat penting dalam sebuah industri dan harus dilisensikan pada pesaing. Namun, dalam tuntutannya, FTC menuduh Qualcomm menolak untuk memberikan beberapa lisensi standar-esensial mereka pada pesaing mereka. 

Sementara itu, Qualcomm berkata, tuntutan FTC memiliki dasar "teori hukum yang tidak sempurna."

"Qualcomm tidak akan pernah menahan atau mengancam akan menahan pasokan chip untuk mendapatkan persetujuan terhadap kondisi lisensi yang tidak adil atau tak masuk akal," kata Qualcomm dalam pernyataan resmi.

"Tuduhan FTC bahwa kami melakukan hal ini -- yang merupakan fokus tuduhan mereka -- adalah salah."

Ketika diminta untuk berkomentar tentang hal ini, Apple tidak menjawab. Sementara itu, saham Qualcomm jatuh 4 persen setelah muncul berita tuntutan ini. 


(MMI)