Pembelajaran Mesin Perkuat Google di Pasar Cloud

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 14 Sep 2016 19:28 WIB
google
Pembelajaran Mesin Perkuat Google di Pasar Cloud
Ilustrasi komputasi cloud. (Wikimedia)

Metrotvnews.com: Google telah menawarkan layanan public cloud selama beberapa tahun, tapi dari segi pengguna, ia masih kalah jika dibandingkan dengan Amazon dan Microsoft.

Di bawah kepemimpinan Co-Founder VMware, Diane Greene, yang kini menjadi Vice President of Google Cloud Enterprise, Google berusaha fokus untuk membangun kerja sama dan mengembangkan produk untuk menarik semakin banyak pelanggan public cloud. Sejak Greene bergabung, Google telah berhasil mendapatkan beberapa pelanggan penting, termasuk Spotify.

Salah satu pelanggan penting lain yang didapatkan oleh Google adalah Evernote, yang mengumumkan kemarin bahwa mereka akan mulai menggunakan public cloud milik Google.

Ketika Evernote mencari penyedia layanan public cloud, perusahaan itu tidak hanya mempertimbangkan infrastruktur level dasar tapi juga layanan pembelajaran mesin dan juga layanan untuk mengembangkan sistem berbasis pembelajaran mesin, kata CTO Evernote, Anirban Kundu.

Tool yang disediakan oleh Google, seperti Cloud Natural Language API -- layanan yang membuat bahasa manusia menjadi sesuatu yang dapat dimengerti oleh mesin -- merupakan salah satu kekuatan Google, menurut Evernote.

Faktanya, tool yang disediakan oleh Google membuat Evernote tidak lagi mempertimbangkan untuk menggunakan layanan Amazon Web Services, yang sering dianggap pemimpin dalam industri public cloud.

Computerworld melaporkan, perkataan Kundu tentang kemampuan pembelajaran mesin milik Amazon juga disetujui oleh Co-Founder LinkedIn, Reid Hoffman dalam acara TechCrunch Disrupt, yang berkata bahwa Google dan Microsoft meimpin dalam hal pembelajaran mesin cloud, sementara Amazon sedang mempelajari teknologi itu.

Alasan lain Evernote memilih layanan cloud dari Google adalah karena ia membuktikan lebih akurat dalam tes yang Evernote coba.

Ketika ditanya apakah Google mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari Microsoft dalam tes yang dilakukan oleh Evernote, Kundu berkata bahwa dia tidak ingin menyebutkan salah satu dari perusahaan tersebut lebih lemah, tapi hasil tes Evernote menunjukkan bahwa Google menang dengan selisih yang cukup besar.

Tool pembelajaran mesin adalah sesuatu yang penting untuk Evernote karena mereka ingin membuat aplikasi-aplikasi cerdas lainnya. Seiring semakin banyak peerusahaan yang mulai menggunakan pembelajaran mesin, kemampuan yang Google miliki mungkin akan dapat mengejar para pesaingnya dalam pasar public cloud.


(MMI)

Video /