Iklan Grab Tuai Kecaman Netizen

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 20 Sep 2016 13:43 WIB
grab
Iklan Grab Tuai Kecaman Netizen
Iklan #PilihAman dari Grab justru menuai kecaman. (YouTube / Grab Indonesia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Video iklan dalam kampanye #PilihAman dari Grab menuai kecaman dari netizen.

Hingga kini, video yang diunggah pada tanggal 18 September lalu itu telah mendapatkan lebih dari 1.200 simbol jempol terbalik atau dislike. Selain muncul di bagian komentar, protes para netizen juga muncul di Twitter. 

"Yang paling males dari iklan @GrabID dan hestek #PilihAman ini adalah informasi keliru tentang keamanan motor," kata seorang pengguna Twitter dengan akun @ajiwar.

Dengan kampanye #PilihAman, Grab Indonesia berusaha untuk mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan GrabBike dengan alasan ia lebih aman dari ojek biasa.

Salah satu alasan mengapa iklan ini justru menjadi bumerang bagi Grab adalah karena netizen menganggap Grab terlalu menjelek-jelekkan ojek pangkalan, salah satu saingan GrabBike.

"Lebih baik menutup telinga dan berlalu dengan senyum daripada ikut andil dalam mencibir mencari celah kejelekan orang lain #PILIHAMAN," kata seorang pengguna Twitter berakun @elc_ade.

Seorang netizen bernama Danang Yulianto juga memberikan komentar serupa. "Nggak setuju gue sama iklan ini. Ngejelekin ojek pangkalan banget kayaknya," katanya pada kolom komentar di video dari Grab itu.

Alasan lain yang membuat para netizen protes adalah karena dalam video iklan Grab, luka yang diderita oleh Dinda -- sang penumpang -- terlalu mengerikan untuk konsumsi umum, terutama anak-anak.

"@GrabID, #PilihAman ini iklan jujur serem loh, seperti Walking Dead. Apa nggak bisa bikin iklan lebih bagus?" tanya pengguna Twitter dengan akun @DJR18UD.

"Iklannya nggak jelas!" kata Ahman Zaenudin keras. "Terlalu mengerikan buat anak-anak. Inikan iklan untuk universal. Kok idiot banget ya yang bikin konsep sama story board-nya?"

Sebagian orang menganggap, iklan buatan Gran ini tidak sensitif dan tidak etis. Sebagian juga menyebutkan, lebih baik jika Grab sekadar membanggakan keamanan yang mereka jaminkan tanpa harus menyerang pihak lain.

Grab tampaknya gagal belajar dari kesalahan yang dibuat oleh Go-Jek. Ketika itu, Go-Jek mengangkat isu nasionalisme untuk "membajak" pengemudi dari para pesaingnya. Sama seperti yang terjadi dengan Grab sekarang, saat itu, Go-Jek juga mendapat kecaman dari netizen.

Inilah video dari Grab. Peringatan: video di bawah ini mungkin akan mengganggu sebagian orang yang sensitif.




(MMI)

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

3 days Ago

Melalui situs resminya, Samsung memberitahukan pihaknya telah memberikan tanda khusus untuk mem…

BERITA LAINNYA
Video /