Qualcomm Tuntut Pemasok Apple

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 19 May 2017 13:17 WIB
applequalcomm
Qualcomm Tuntut Pemasok Apple
Pertarungan legal Qualcomm dan Apple terus berlanjut. (TechCrunch)

Metrotvnews.com: Qualcomm menuntut 4 perusahaan yang memproduksi iPhone dan iPad untuk Apple karena tidak membayar royalti setelah mereka mendapatkan instruksi dari Apple untuk tidak membayar.

Keempat perusahaan tersebut adalah Foxconn, Pegatron, Wistron dan Compal. Qualcomm mengatakan, 4 perusahaan itu telah berhenti membayar royalti untuk teknologi paten yang digunakan dalam produk Apple, seperti yang dilaporkan oleh The Verge.

Apple meminta keempat perusahaan itu untuk tidak membayar royalti bersamaan dengan keputusan mereka untuk menuntut Qualcomm di Inggris, Amerika Serikat dan Tiongkok.

Apple berkata, Qualcomm telah menyalahgunakan posisinya sebagai penyuplai dominan dari modem smartphone untuk menjual lisensi mereka dengan harga mahal yang tidak masuk akal. Perusahaan asal Cupertino itu tidak ingin membayar royalti sampai pengadilan mengeluarkan keputusan. 

Sekarang, Qualcomm balik menuduh Apple bahwa mereka telah menyalah gunakan posisi mereka sebagai perusahaan terkaya di dunia untuk memaksa perusahaan menjual lisensi dengan ketentuan yang tidak adil dan tidak masuk akal.

Ketika diminta untuk berkomentar terkait hal ini, Apple merujuk kembali pada pernyataan CEO Tim Cook dalam laporan keuangan terbaru. Qualcomm, kata Cook, berusaha untuk meminta satu persen dari total nilai iPhone sementara teknologi mereka hanyalah "sebagian kecil dari nilai iPhone."

Dalam sebuah pernyataan resmi sebelum itu, Apple berkata, mereka berusaha untuk berdiskusi dengan Qualcomm untuk 5 tahun dan mereka memutuskan untuk menunda pembayaran royalti sampai nilai royalti yang benar bisa diputuskan oleh pengadilan.

Kumpulan tuntutan dari Apple ini dapat menyebabkan masalah besar untuk Qualcomm dalam bentuk tuntutan dari Komisi Dagang Federal (FTC) AS, yang menuduh Qualcomm menyalahgunakan posisinya sebagai pemimpin pasar, seperti yang disebutkan oleh Apple. Baik Samsung dan Intel juga mendukung FTC.

Qualcomm mengklaim, Apple bersedia untuk membayar kerugian finansial yang dialami oleh penyuplainya karena menolak untuk membayar royalti dan melanggar kontrak mereka dengan Qualcomm. Saat ditanya terkait hal ini, juru bicara Apple berkata, "Saya tidak tahu apakah itu benar."

Jika hal itu benar, maka Qualcomm memanfaatkan tuntutan ini tidak hanya untuk mendapatkan kembali pembayaran royalti yang tertunda, tapi juga sebagai balas dendam pada Apple. Qualcomm berkata, mereka telah menyiapkan tuntutan terpisah untuk Apple karena melakukan "interfensi tanpa basis hukum" terkait kontrak lisensi mereka.


(MMI)

Xiaomi  Mi 7 Muncul di MWC 2018?
MWC 2018

Xiaomi Mi 7 Muncul di MWC 2018?

1 day Ago

Xiaomi akan turut hadir di ajang MWC 2018 mendatang, dan dikabarkan akan mengumumkan Mi 7.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.