Facebook Tawarkan Bayar Label untuk Musik di Video Rumahan

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 06 Sep 2017 12:32 WIB
facebook
Facebook Tawarkan Bayar Label untuk Musik di Video Rumahan
Facebook dilaporkan menawarkan dana untuk memperoleh izin penggunaan lagu bagi video rumahan karya penggunanya.

Metrotvnews.com: Salah satu aktivitas yang kerap dilakukan sebagian besar pengguna di jejaring sosial Facebook adalah mengunggah konten multimedia, termasuk video karya mereka atau video rumahan. Video amatir pengguna tersebut tidak jarang menggunakan lagu karya musisi kenamaan ataupun musisi indie.

Penggunaan lagu pada video tersebut tergolong sebagai tindakan ilegal, dan Facebook dilaporkan mencoba untuk membantu menangani permasalahan tersebut. Narasumber Bloomberg mengklaim bahwa jejaring sosial itu menawarkan ratusan juta dollar pada label rekaman dan penerbit untuk memperoleh izin lagu dalam versi penuh untuk digunakan pada video yang diunggah via Facebook.

Facebook melakukan ini untuk menghadirkan kenyamanan kepada pengguna. Dengan begitu, pengguna tidak lagi perlu khawatir videonya akan dihapus paksa akibat menyalahi peraturan terkait hak cipta dan merusak momen penting pengguna yang ingin dibagikan.

Sumber tersebut juga mengindikasikan bahwa alasan Facebook untuk membuat perjanjian dengan label rekaman tidak hanya untuk membebaskan pengguna untuk mengunggah konten yang mereka mau, tapi juga demi kepentingan mereka sendiri. Facebook diprediksi akan mengimplementasikan sistim penanda musik yang melanggar hak cipta, tapi, implementasi ini membutuhkan waktu selama dua tahun.

Jika Facebook berhasil mendapatkan perjanjian terkait lisensi musik tersebut, maka mereka akan memiliki waktu untuk menyelesaikan sistim tersebut. Selama itu, video yang diunggah pengguna tetap dapat dibagikan di jejaring sosial dan tidak menyebabkan masalah terkait label. Memang, hal ini tidak menjamin bahwa Facebook akan mendapatkan kesepakatan dengan label rekaman. Namun, Facebook punya alasan kuat untuk memperoleh lagu berlisensi.

Saat ini, Facebook tengah gencar berinvestasi di ranah video. Investasi ini tidak terbatas pada acara yang dibuat secara profesional, yang tersedia pada bagian Watch, tapi juga video amatir. Semakin banyak video yang dapat ditonton pengguna di Facebook, maka, semakin lama juga waktu yang pengguna habiskan di jejaring sosial tersebut.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.