Equifax Dibobol, Informasi 143 Juta Orang Bocor

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 08 Sep 2017 15:00 WIB
cyber security
Equifax Dibobol, Informasi 143 Juta Orang Bocor
Sekelompok penyerang berhasil menembus sistem Equifax.

Metrotvnews.com: Equifax, badan pelapor kredit konsumen, mengumumkan bahwa informasi dari 143 juta pelanggannya telah bocor.

Sekelompok penyerang siber dikabarkan berhasil mengeksploitasi kelemahan di situs Equifax untuk mencuri nama, nomor jaminan sosial, tanggal lahir, alamat dan dalam beberapa kasus tertentu, nomor SIM. Selain itu, infomasi kartu kredit dari 209 ribu orang dan dokumen pengadilan pribadi dari 182 ribu orang juga berhasil diakses para penyerang.

Engadget menjelaskan, serangan ini merupakan salah satu serangan siber terbesar yang pernah terjadi, mengingat jumlah korban serangan ini mencapai sekitar 44 persen dari total penduduk di AS. Selain warga AS, ada sejumlah warga Inggris dan Kanada yang datanya tercuri. 

Equifax menyebutkan, serangan ini terjadi dari pertengahan bulan Mei hingga 29 Juli, ketika serangan terdeteksi. Untuk mengatasi masalah ini, Equifax telah membuat situs untuk memonitor kredit dan perlindungan atas pencurian identitas secara gratis untuk semua masyarakat AS. 

Jumlah korban digabung dengan banyak informasi yang bocor dalam serangan ini menjadikannya sebagai salah satu serangan terbesar yang pernah terjadi beberapa tahun belakangan. Sebelum ini, Yahoo memang pernah diretas dan membuat informasi dari lebih dari 1 miliar penggunanya bocor. Namun, Yahoo tidak memegang informasi akan nomor jaminan sosial atau nomor SIM. 

Memang, serangan siber kini makin sering terjadi. Meskipun begitu, karena dalam serangan kali ini nomor jaminan sosial lebih dari 100 juta orang juga bocor, itu memunculkan risiko kasus pencurian identitas. Equifax berkata, mereka tengah bekerja sama dengan perusahaan keamanan siber mandiri dan pihak berwajib untuk melakukan investigasi kasus ini.


(MMI)

Video /