Telkom Ingin Percepat Peluncuran Satelit Baru

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 12 Sep 2017 15:07 WIB
telkomberita telkom
Telkom Ingin Percepat Peluncuran Satelit Baru
foto: Telkom

Metrotvnews.com, Jakarta: Telkom mungkin akan mempercepat peluncuran satelit Telkom-4.

Pada awalnya, Telkom berencana meluncurkan satelit yang akan menjadi pengganti Telkom-1 pada bulan Agustus tahun depan. Namun, karena satelit Telkom-1 mengalami anomali, maka Telkom berencana untuk meluncurkan Telkom-4 lebih cepat. 

"Dari rapat terbaru, ada kemungkinan kami akan dapat margin 60 hari lebih cepat dari jadwalnya," ujar Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga saat ditemui di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (12/9/2017). 

Saat ini, Alex menjelaskan, Telkom sedang berdiskusi dengan pihak yang akan meluncurkan satelit Telkom tersebut. "Peluncur itu antreannya banyak, hampir tidak ada yang nganggur," katanya.

Namun, terkadang, ada satelit yang proses pembuatannnya terlambat, sehingga jadwal peluncurannnya menjadi terlambat. Telkom berharap, mereka akan bisa menemukan waktu peluncuran yang lebih cepat dari rencana awal. 

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara juga menjelaskan, bisnis satelit adalah bisnis yang kompleks. Untuk membangun satelit saja dibutuhkan waktu sekitar 30-36 bulan. Selain itu, dalam tahap peluncuran dan pengoperasian satelit pun dipenuhi dengan risiko. 

"Di Indonesia, permintaan akan satelit jauh lebih besar dari pasokan satelit dari perusahaan Indonesia. Hanya sekitar 50-60 persen permintaan yang bisa dipenuhi," ujar Rudiantara.

Sementara itu, untuk memastikan bahwa slot Telkom-1 yang kini secara fisik kosong tetap ada di bawah nama Indonesia, pemerintah telah mengirimkan surat pada ITU (International Telecommunication Union) pada 4 September lalu. Alex memperkirakan, surat tersebut akan diproses dalam waktu beberapa bulan ke depan. 

Dalam kesempatan ini, Alex juga menegaskan bahwa  Telkom-1 tidak dalam keadaan "berkeping-keping". Hal ini terbukti dari fakta bahwa satelit tersebut masih bisa melakukan komunikasi secara telemetri dengan pusat pengendalian di Cibinong.

"Hasil kajian Telkom dengan Lockheed Martin, mereka merekomendasikan untuk melakukan shut down," kata Alex.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.