Google Rilis Aplikasi Wear OS Ponsel dengan Opsi Quick Replies

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 15 May 2018 09:14 WIB
google
Google Rilis Aplikasi Wear OS Ponsel dengan Opsi Quick Replies
Google merilis aplikasi Wear OS Phone baru, memungkinkan pengguna melakukan panggilan telepon dari smartwatch.

Jakarta: Google baru-baru ini merilis aplikasi Wear OS Phone terbaru, ditujukan untuk konsumen pemilik smartwatch versi Wear OS yang telah menggunakan sistem operasi Wear OS versi terbaru.

Dengan aplikasi Wear OS Phone, pengguna akan dapat melakukan panggilan telepon dari jam tangan cerdas. Google turut menghadirkan sejumlah fitur menarik lainnya, sebagai contoh, Quick Replies memungkinkan pengguna aplikasi untuk merespon panggilan telepon via sms.

Fungsi tersebut dinilai bermanfaat saat pengguna tidak memiliki waktu untuk menerima panggilan telepon tersebut. Tidak hanya itu, aplikasi Wear OS Phone berbekal Streamlined Outgoing Calls, disebut menyediakan pengguna perangkat pengalaman melakukan panggilan yang mulus yang lancar.

Namun, aplikasi ini mengharuskan perangkat menggunakan sistem operasi wearable Wear OS 8.0.0 dan versi lebih baru untuk dapat berfungsi.

Sebelumnya, Google dilaporkan tengah mengembangkan aplikasi Android pintar berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) dan visi komputer. Aplikasi bernama Lookout ini ditujukan untuk membantu penyandang tuna netra untuk memahami kondisi lingkungan di sekitar mereka.

Bantuan tersebut dihadirkan kamera pada perangkat serta dukungan teknologi AI dan visi komputer yang berkemampuan mengenali obyek di sekitar pengguna. Selain itu, aplikasi ini juga berkemampuan untuk memberitahukan pengguna lokasi keberadaan mereka via petunjuk suara.

Sementara itu, Bersama dengan Google Developers Launchpad, Kibar membangun sebuah akselerator startup bernama Digitaraya. Akselerator ini bertujuan membantu startup yang ada di tahap produk/marketing fit untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi sehingga mereka bisa mengembangkan startup mereka atau melakukan scaling.

Fitur baru bertajuk Color Pop yang diumumkan di ajang Google I/O dan didukung oleh AI, mulai bergulir kepada aplikasi Google Photos pada sejumlah perangkat pengguna. Color Pop secara otomatis akan mengubah warna latar pada foto menjadi hitam dan putih, sedangkan subyek foto tetap berwarna.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.