Sistemnya Dibobol, Facebook Kena Tuntut

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 01 Oct 2018 11:32 WIB
media sosialfacebook
Sistemnya Dibobol, Facebook Kena Tuntut
Facebook dituntut karena dianggap membahayakan data penggunanya. (Photo by Lionel BONAVENTURE / AFP)

Jakarta: Minggu lalu, Facebook mengaku bahwa sistem mereka telah diretas, menyebabkan kebocoran data dari 50 juta pengguna.

Seolah itu tidak cukup buruk, sekarang Facebook harus menghadapi tuntutan yang dimasukkan oleh seorang warga California, Carla Echavarria dan warga Virgnia Derick Walker. 

Keduanya menuduh kelemahan pada sistem Facebook telah membahayakan mereka dan orang-orang lain, meningkatkan kemungkinan identitas mereka dicuri akibat peretasan ini, menurut laporan The Verge.

Dalam tuntutan ini, Facebook dituduh telah melakukan praktek bisnis ilegal, penipuan dengan penutupan fakta, dan melanggar Hukum Data Pelanggan di California. 

Tuntutan tersebut menuntut agar Facebook membayar denda pada kedua penuntut dan orang-orang lain yang terpengaruh sertai meminta Facebook untuk menyediakan layanan untuk memonitor keuangan, ganti rugi dan juga bayaran akan biaya pengacara. 

Memang, Facebook mengaku bahwa mereka telah memperbaiki kelemahan yang menyebabkan peretasan ini. Namun, mereka masih belum mengetahui siapa pelaku serangan ini atau kapan tepatnya serangan terjadi.

Perusahaan mulai memberikan notifikasi pada para pengguna yang terkena dampak serangan ini via pesan pada situs dan aplikasinya. Facebook juga telah memberikan informasi teknis pada para wartawan. 

Ini merupakan salah satu serangan paling serius yang pernah dihadapi oleh Facebook. Kemungkinan, ini hanya akan memperburuk keadaan Facebook, yang telah mendapatkan banyak kritik terkait cara mereka melindungi data pengguna setelah skandal Cambridge Analytica mencuat beberapa bulan lalu.

Dalam skandal Cambridge Analytica, data dari lebih dari 80 juta pengguna Facebook dijual ke perusahaan konsultasi tanpa izin mereka. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.