Fasilitas R&D Tidak Melulu Manufaktur, tapi Pelatihan SDM

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 07 May 2018 16:42 WIB
apple
Fasilitas R&D Tidak Melulu Manufaktur, tapi Pelatihan SDM
Apple membuka fasilitas R&D mereka di BSD City. (Medcom.id)

Jakarta: Beberapa tahun lalu Apple mengatakan akan membangun fasilitas riset dan manufaktur di Indonesia. Hal tersebut dijawab lewat peresmian Apple Developer Academy di BSD City Tangerang, Banten.

Apple Developer Academy menjadi fasilitas bagi Apple untuk meningkatkan jumlah developer aplikasi berbasis iOS di Indonesia. Hal ini berbeda dengan dugaan banyak pihak bahwa Apple akan membuka fasilitas maufaktur atau R&D teknologi mereka.

"Kita sejak awal deal memang bukan fasilitas manufaktur tapi fasilitas untuk pelatihan talent developer. Dari dulu kita bicaranya Apple buat akademi," tegas Menteri Perindustrian Airlangga. Dia menilai bahwa inovasi tidak hanya manufaktur, tapi juga dari sisi software developer.

Airlangga menilai bahwa peningkatan kualitas SDM atau sumber daya manusia untuk memiliki talenta yang sesuai dengan perkbanhan teknologi juga sama pentingnya. Perihal kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di smartphone, dia mengingatkan bahwa aspek software atau aplikasi juga ikut berkontribusi.

Hal senada juga diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Dia meminta fasilitas R&D (Research and Development) bukan hanya berkutat di manufaktur dan hardware tapi juga dari sisi software.

"R&D itu luas, macam-macam termasuk ke pengembangan talent seperti software atau app developer karena merupakan bagian dari ekosistem. Harapannya semakin banyak software developer Indonesia yang bisa mengembangkan software atau teknologi kelas internasional," imbuhnya.

Oleh sebab itu, baik Airlangga dan Rudiantara ingin agar program ini dibuka secara cuma-cuma dan tidak terbatas bagi peserta dari Univesitas BINUS, mitra yang digandeng Apple dalam menyiapkan program dan fasilitas Apple Developer Academy.

Lebih jauh lagi, keduanya ingin fasilitas tersebut juga disediakan di pulau lain. Airlangga menuturkan bahwa dalam kurun tiga tahun ke depan dia ingin fasilitas tersebut juga hadir di luar Pulau Jawa.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.