Amazon Selidiki Karyawan yang Bocorkan Data Pelanggan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 17 Sep 2018 18:27 WIB
amazone-commerce
Amazon Selidiki Karyawan yang Bocorkan Data Pelanggan
Ada pegawai Amazon yang menjual data pelanggan secara ilegal. (Photo by Lionel BONAVENTURE / AFP)

Jakarta: Perusahaan retail dan e-commerce raksasa Amazon mengaku bahwa mereka sedang menyelidiki masalah kebocoran data dari pegawai mereka yang terjadi di bagian marketplace mereka.

Sejak didirikan pada 1994, Amazon telah berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Besarnya ukuran perusahaan ini menjadi salah satu alasan munculnya berbagai masalah di perusahaan. 

Sebagian pegawai Amazon dikabarkan mulai mencoba untuk mendapatkan uang ekstra dengan menjual informasi pribadi pengguna ke para merchant atau penjual yang terdaftar di Amazon. Pembayaran yang ditawarkan oleh merchant beragam, mulai dari USD80 (Rp1,2 juta) sampai lebih dari USD2 ribu (Rp29,8 juta). 

Sebagai gantinya, merchant akan mendapatkan informasi rahasia berupa data pejualan dan alamat email dari orang yang meninggalkan review. Jika sang merchant rela untuk membayar harga yang diminta, para pegawai Amazon ini bahkan bersedia untuk menghapus review buruk atau memulihkan akun yang telah dihapus karena melanggar peraturan Amazon, lapor DigitalTrends

Masalah ini muncul di seluruh dunia. Namun, Amazon berkata bahwa masalah ini paling banyak ditemukan di Tiongkok. Jumlah akun Amazon di Tiongkok memang meroket dalam beberapa tahun belakangan. Ini merupakan salah satu alasan munculnya berbagai masalah internal perusahaan.

Faktor lainnya adalah karena pegawai Amazon tidak mendapatkan bayaran yang cukup sehingga mereka terdorong untuk mencari penghasilan ekstra dengan menjual data atau menghapus review negatif. 

Amazon telah mengonfirmasi bahwa mereka memang tengah melakukan investigasi pada karyawan yang melanggar peraturan perusahaan. 

"Kami memiliki standar etika tinggi dan siapapun yang melanggar regulasi kami akan mendapatkan hukuman, termasuk pemecatan dan kemungkinan, hukuman karena melanggar hukum dan melakukan tindakan kriminal," kata juru bicara Amazon pada Wall Street Journal. 

Kompetisi di dalam marketplace Amazon menciptakan komunitas ekonomi bawah tanah tersendiri. Para pegawai Amazon terkadang menjual data untuk mendapatkan uang ekstra dan ada pihak ketiga yang bekerja untuk menghubungkan para merchant dengan pegawai Amazon.

Di Tiongkok, pihak ketiga ini biasanya menggunakan apilkasi WeChat untuk menemukan pegawai Amazon yang mau menjual data atau layanan lain untuk mendapatkan uang ekstra. 


(MMI)

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?
Review Smartphone

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?

10 hours Ago

Seperti apakah Xiaomi Mi A2 Lite? Apakah ponsel ini bisa memikat hati? Berikut ulasan Medc…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.