Apple Curi Teknologi Pemindai Sidik Jari?

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 13 Apr 2018 10:47 WIB
apple
Apple Curi Teknologi Pemindai Sidik Jari?
Apple kembali dituduh telah mencuri paten, kali ini terkait dengan Apple Touch ID, oleh perusahaan asal Korea bernama Firstface.

Jakarta: Apple kembali dituduh melakukan pencurian paten teknologi perusahaan lain pada perangkat karyanya.

Perusahaan asal Korea bernama Fristface mengklaim sebagai pemilik paten pemindai sidik jari yang tertanam di tombol Home di smartphone Apple, atau dikenal sebagai Apple Touch ID.

Tuduhan yang menggarisbawahi plagiarisme teknologi ini disampaikan langsung oleh co-CEO Firstface Jung Jae-lark. Jung menyebut perusahaannya telah mendaftarkan paten untuk sistem otentikasi sidik jari mobile, dengan sensor pemindai disematkan pada tombol Home perangkat.

Tidak hanya di negara asalnya, Firstface juga mengaku telah mendaftarkan paten ini di sejumlah negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat, pada tahun 2011 lalu.

Sejumlah pihak memprediksi bahwa klaim ini merupakan strategi yang bertujuan mendapatkan ganti rugi dalam bentuk uang dari Apple.

Sebelumnya, Apple juga mendapatkan tuntutan hukum terkait paten, mengharuskannya membayarkan uang ganti rugi sebesar USD500 juta (Rp6,8 triliun) kepada VirnetX Holding Corp. terkait penyalahgunaan paten yang berhubungan dengan FaceTime, VPN on Demand dan iMessage.

Sementara itu, Apple mengumumkan Oliver Schusser sebagai Vice President of Apple Music & International Content, serta mengumumkan bahwa Apple Music telah memiliki sebanyak 40 juta pelanggan berbayar di 115 negara.

Tingkat pertumbuhan pada bulan ini, sebesar lima persen, melampaui pertumbuhan Spotify pada periode yang sama sebesar dua persen.

Rumor terbaru yang beredar menyebut bahwa Apple tengah mempersiapkan prototipe iPhone berkamera tiga tersebut untuk diumumkan pada September 2019.

Kamera iPhone terbaru ini akan mengusung teknologi Image Stabilization 6-axis dan optical zoom 5 kali, yang disebut akan menjadi daya tarik utama saat diperkenalkan Apple pada bulan September tahun 2019.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

6 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.