Ponsel Lipat Samsung Dihargai Rp26,3 Juta?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 13 Nov 2018 10:52 WIB
samsung
Ponsel Lipat Samsung Dihargai Rp26,3 Juta?
Layar Infinity Flex.

Jakarta: Ponsel lipat Samsung tampaknya akan memiliki harga lebih dari USD1.000 (Rp15 juta), menurut laporan terbaru. Yonhap News Agency dari Korea Selatan melaporkan bahwa ponsel itu akan dinamai Samsung Galaxy F dan akan diluncurkan pada Maret 2019.

Ponsel itu juga sudah akan mendukung jaringan 5G, lain halnya dengan Samsung Galaxy S10, yang akan diluncurkan pada Februari 2019, lapor Trusted Reviews.

Menurut laporan itu, harga dari perangkat ini belum dipastikan. Namun, kemungkinan, ia akan dihargai sekitar KRW2 juta atau Rp26,3 juta. Harga ini tidak semahal yang diperkirakan sebelum ini, mengingat harga iPhone XS Max juga tidak jauh berbeda dari harga tersebut.

Banyak orang yang menduga bahwa Samsung akan memperkenalkan Galaxy F dalam acara Samsung Developer Conference pada minggu lalu.

Meskipun begitu, perusahaan asal Korea Selatan itu lebih memilih untuk fokus pada Infinity Flex, layar mobile yang bisa dilipat yang akan digunakan pada Galaxy F.

Samsung berkata, layar Infinity Flex cukup fleksibel dan tangguh untuk bisa dilipat dan dibuka hingga "ratusan ribu kali" tanpa perlu khawatir ia akan rusak. Mereka mengklaim, mereka akan siap untuk melakukan produksi massal dalam waktu beberapa bulan.

"Para pengguna kini bisa mendapatkan smartphone dengan bodi compact yang dapat membuka dan menampilkan layar yang lebih besar yang nyaman untuk multitasking dan menonton konten," kata Samsung.

"Aplikasi pada ponsel menawarkan transisi yang mulus dari layar yang lebih kecil ke layar yang lebih besar ketika smartphone membuka. Selain itu, para pengguna juga bisa menonton, menjelajah internet, dan melakukan multitasking tanpa perlu repot. Mereka bisa menggunakan hingga tiga aplikasi sekaligus ketika layar membuka."

Galaxy F akan memiliki satu layar OLED berukuran 7,3 inci ketika membuka dan satu layar OLED 4,6 inci ketika tertutup. Anda akan bisa menutup atau membukanya layaknya buku.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.