Mozilla Tawarkan VPN

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 23 Oct 2018 17:13 WIB
mozilla firefox
Mozilla Tawarkan VPN
Mozilla akan mulai tawarkan layanan VPN.

Jakarta: Mozilla mencoba untuk menawarkan layanan VPN (Virtual Private Network) dengan harga USD10 (Rp151 ribu) per bulan. Pembuat Firefox ini tampaknya mencoba untuk mencari sumber pendanaan lain agar mereka tidak terlalu tergantung pada Google. 

Selama ini, Mozilla mendapatkan uang dari perjanjian iklan dari pencarian Google. Mereka dibayar ketika mereka mengirimkan hasil pencarian pengguna Firefox ke Google.

Google kemudian akan menampilkan iklan pada hasil pencarian dan Mozilla akan mendapatkan sebagian uang dari iklan tersebut. Sekarang, Mozilla mencoba untuk menawarkan layanan VPN bagi orang-orang yang rela untuk membayar ekstra untuk mendapatkan privasi ketika mereka menjelajah internet.

Dengan VPN, trafik internet mereka akan dienkripsi sehingga penyedia layanan internet dan perusahaan lain tidak bisa memata-matai kegiatan online mereka. Mozilla akan menguji fitur ini ke pengguna Firefox di Amerika Serikat mulai besok. 

"Dengan eksperimen VPN ini... Kami mencoba mencari pendapatan ekstra yang sesuai dengan misi kami," kata Chris More, Product Leader for Growth and Services, Firefox, lapor CNET

Selama ini, para warganet tampaknya tidak peduli dengan privasi data mereka ketika sedang menggunakan internet. Mozilla mencoba untuk menawarkan VPN ketika isu tentang privasi data memang sedang ramai dibicarakan.

Skandal Cambridge Analytica dari Facebook menunjukkan berapa banyak informasi yang kita berikan dengan suka rela pada perusahaan. Sementara Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR) dari Eropa juga memengaruhi perusahaan di luar Eropa. 

Untuk memberikan layanan VPN, Mozilla bekerja sama dengan ProtonVPN dari Swiss, yang nantinya akan mendapatkan sebagian dari pendapatan total.

Orang-orang yang menggunakan layanan VPN dari Mozilla ini akan bisa menggunakan VPN itu pada Windows, MacOS, LInux, iOS, dan Android. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.