Adu Balap Drone AI Lawan Manusia, Siapa Pemenangnya?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 24 Nov 2017 17:37 WIB
teknologikecerdasan buatan
Adu Balap Drone AI Lawan Manusia, Siapa Pemenangnya?
Drone rakitan NASA yang sudah ditanamkan teknologi AI.

Jakarta: AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan menjadi teknologi yang terus dikembangkan. Badan antariksa Amerika Serikat yakni NASA juga ikut mengembangkan teknologi tersebut untuk digunakan dalam misi luar angkasa.

Salah satu metode pengembangan NASA baru ini cukup menyita perhatian. Mereka menjajal kemampuan AI pada sebuah drone. Ujicoba tersebut dilakukan lewat sebuah balapan drone yang dikendali AI versus yang dikendalikan oleh manusia.

Digital Trends melaporkan ujicoba tersebut duaj dilakukan pada 22 Oktober 2017. Diketahui bahwa ujicoba ini rupanya tidak lepas dari campur tangan Google sebab pengembangan AI dan kemampuan terbang drone tersebut menggunakan teknologi Google Tango.

Dalam sebuah arena balap, drone yang dikendalikan oleh manusia berhasil mencatat waktu yang lebih cepat dalam menyelesaikan satu putaran.



"Teknologi AI di drone kami sudah kami benamkan kemampuan terbang yang bisa sejajar dengan kemampuan manusia yang menerbangkan drone. Tentu saja hasilnya drone yang dikendalikan manusia jauh lebih cepat, tapi kemampuan terbang AI jauh lebih baik," ungkap Jet Propulsion Lab NASA Rob Reid.

Dia menuturkan drone dengan AI bisa terbang secara stabil dalam jangka waktu yang lama. Berbeda dengan drone yang dikendalikan manusia, drone tersebut terbang sangat agresif dan selang beberapa waktu kemampuan terbangnya menurun. Jalur terbangnya juga tidak serapi dan efisien drone AI.

Penerbang drone profesional Ken Loo menjadi pengendali drone pesaing AI tersebut. Loo mengakui arena drone kali ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup rumit. Dia mengakui bahwa dalam beberapa putaran dia mulai merasa lelah. 

Artinya teknologi AI di drone NASA nantinya bisa segera diimplementasikan untuk penggunaan drone di berbagai bidang. Misalnya, kegiatan yang membutuhkan kemampuan terbang secara akurat dan tanpa kendali manusia sepenuhnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.