Perangkat Mata-Mata Intai Keamanan Ponsel Android

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 30 Nov 2017 18:09 WIB
androidgooglecyber security
Perangkat Mata-Mata Intai Keamanan Ponsel Android
Ponsel pintar berbasis Android menghadapi ancaman pencurian data oleh aplikasi spyware yang awalnya mereka pergunakan untuk memantau lokasi dari anggota keluarga mereka.

Jakarta: Perusahaan keamanan Kasperskay Lab berhasil mengumpulkan informasi ponsel pintar berbasis Android rentan pencurian data yang diakibatkan penggunaan aplikasi spyware. Apa itu aplikasi spyware?

Spyware merupakan aplikasi yang tertanam pada perangkat orang lain tanpa diketahui, sehingga mereka yang menggunakan spyware bisa mengetahui keberadaan seseorang. Misalnya untuk memantau lokasi anggota keluarga.

Apikasi spyware semacam itu merupakan aplikasi komersial, tapi sebetulnya celah keamanan yang dimiliki tidak berbeda jauh dengan spyware yang dipergunakan secara ilegal. Celah keamanan tersebut membuat seluruh data penting yang pernah diakses lewat perangkat yang tertanam spyware bisa dicuri.

Kaspersky Lab menemukan spyware bisa mencuri dan mengumpulkan pesan teks, daftar panggilan dan rekaman, posisi GPS, data peramban internet dan konten foto serta video yang tersimpan di perangkat. Bahkan spyware juga bisa mengambil alih kendali perangkat.

Kaspersky Lab mencatat ada lebih dari 120 ribu pengguna Android yang bermasalah dengan aplikasi spyware komersial di 9 bulan belakangan. Angka tersebut dua kali lipat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai lebih dari 70 ribu.

Dari pengamatan Kasperksky Lab, kemunculan spyware di perangkat juga tidak terlepas dari celah keamanan yang disebabkan penggunanya. Kebanyakan aplikasi spyware tersedia di situs masing-masing bukan dari toko aplikasi resmi.

Untuk memasangnya pengguna harus mengaktifkan pengaturan di ponsel pintar yang mengizinkan pemasangan aplikasi dari luar layanan tokoaplikasi resmi. Jadi ada banyak bahaya yang bisa ikut masuk ke dalam perangkat, tidak hanya spyware itu sendiri. Perangkat yang di-root juga menjadi celah bagi serangan siber.

Oleh sebab itu, Kaspersky Lab menganjurkan Anda untuk tidak melakukan dua hal di atas pada perangkat Anda serta selalu rutin melakukan pembaruan sistem operasi serta kunci aplikasi dan perangkat. Tidak lupa, memasang aplikasi keamanan yang terpercaya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.