Begini Sketsa Paten Samsung Tampilan Galaxy X

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 12 Jan 2018 14:12 WIB
samsung
Begini Sketsa Paten Samsung Tampilan Galaxy X
WIPO merilis sketsa Samsung Galaxy X dari dokumen paten yang didaftarkannya pada 14 Juni 2017 lalu.

Jakarta: Beberapa waktu lalu, sejumlah informasi terkait Samsung Galaxy X beredar di internet. Salah satu laporan menyebut perangkat ini akan hadir dengan tampilan serupa ponsel, dan saat lipatan dibuka, berubah menjadi tablet dengan layar 7,3 inci.

President of Samsung Mobile Communications Business, DJ Koh menyebut Samsung menemukan permasalahan terkait pengalaman pengguna pada ponsel lipat tersebut, sehingga memaksa perusahaan menunda perluncuran Galaxy X hingga tahun 2019.

Hari ini, sketsa Samsung Galaxy X telah dirilis oleh World Intellectual Property Organization (WIPO), dari dokumen yang didaftarkan pada 14 Juni 2017 lalu. Menurut sketsa, produk ini berbekal layar besar fleksibel, dan engsel yang memungkinkan perangkat dilipat ke arah dalam.

Speaker terletak di bagian atas ponsel, sedangkan baterai tersemat di bagian bawah bodi ponsel. Samsung juga membekal perangkat ini dengan sensor pengawas detak jantung. Gambar yang ditampilkan WIPO diperkirakan dapat berubah sehingga produk hadir dengan tampilan berbeda saat diluncurkan.

Sebelumnya, Samsung mengumumkan penghentian operasional aplikasi karyanya bertajuk Game Recorder+, yang diluncurkannya pada tahun 2015 lalu, pada 28 Februari mendatang. Aplikasi ini berkemampuan untuk merekam sesi permainan pada smartphone.

Samsung juga mengumumkan kerja sama dengan NextRadio, untuk mengaktifkan chip FM Radio pada smartphone generasi selanjutnya yang dipasarkan di Amerika Serikat. Sebelumnya, LG telah melakukan langkah yang sama pada tahun lalu untuk alasan yang sama.

Sementara itu, Samsung Galaxy A+ (2018) akan meluncur di India dalam waktu dekat, dan akan dipasarkan secara eksklusif di Amazon. Samsung mengumumkan smartphone ini akan dipasarkan seharga Rs32.900 atau sekitar USD518 (Rp6,9 juta).


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.