Anggota Parlemen Tekan AT&T Hentikan Kerja Sama dengan Huawei

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 17 Jan 2018 11:33 WIB
huawei
Anggota Parlemen Tekan AT&T Hentikan Kerja Sama dengan Huawei
Anggota parlemen Amerika Serikat menekan AT&T untuk memutuskan hubungan dengan Huawei dan China Telecom.

Jakarta: Setelah kesepakatan Huawei dengan Verizon dan AT&T terkait distribusi lini Mate 10 dibatalkan pada awal bulan ini, anggota parlemen Amerika Serikat kini dilaporkan menekan AT&T untuk menghentikan kerja sama komersial dengan Huawei.

Selain itu, anggota parlemen juga menentang rencana China Mobile masuk pasar Amerika Serikat. Menurut sumber yang dikutip Reuters, anggota parlemen mendesak AT&T untuk memutuskan hubungan dengan Huawei dan China Telecom terkait kekhawatiran keamanan.

Perusahaan berbasis Amerika Serikat lain yang diperkirakan memiliki hubungan dengan dua perusahaan raksasa Tiongkok tersebut juga disarankan untuk tidak melanjutkan kesepakatan kerja sama mereka dengan keduanya.

Salah satu anggota divisi hubungan senator dan House menekan AT&T untuk mengakhiri kolaborasi dengan Huawei terkait standar jaringan berkecepatan tinggi generasi selanjutnya, 5G. Anggota parlemen juga melarang penggunaan perangkat Huawei oleh anak perusahaan AT&T, yaitu Cricket.

AT&T menolak memberikan komentar resminya terkait dengan permasalahan tersebut, namun AT&T menyebut belum memutuskan terkait dengan pemasok 5G. AT&T juga mengungkap pada awal minggu ini telah menjual peralatan ke lebih dari 45 dari 50 operator dan menempatkan privasi dan keamanan pelanggan sebagai prioritas utama.

Anggota parlemen Amerika Serikat mengkhawatirkan berbagai data yang dihimpun dari perangkat Huawei, sebagai contoh lokasi pengguna, dapat diawasi oleh pemerintah Tiongkok. Pada tahun 2012, Huawei dan ZTE menjadi subyek investigasi badan keamanan Amerika Serikat.

Investigasi tersebut terkait dengan peralatan milik kedua perusahaan tersebut menyediakan celah untuk pengawasan dan spionase asing, dan mengancam infrastruktur Amerika Serikat. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh Huawei.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.