Induk Snapchat Diam-Diam Beli Perusahaan Game

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 25 Mar 2018 12:29 WIB
Induk Snapchat Diam-Diam Beli Perusahaan Game
Snap Inc. saat mengumumkan IPO di bursa saham tahun lalu. (WSJ)

Jakarta: Snap Inc., induk Snpachat milik Evan Spiegel diam-diam membeli perusahaan game berbasis di Inggris.

PlayCanvas diketahui merupakan perusahaan software yang menciptakan dukungan untuk 3D gaming, termasuk yang diakses lewat peramban internet dan media sosial di ponsel.

Berbeda dengan perusahaan seperti Unity dan Epic Games, PlayCanvas menciptakan engine untuk game berbasis peramban internet agar bisa berjalan di perangkat dengan spesifikasi yang minim.

Tidak diketahui berapa nilai PlayCanvas untuk akusisi dari Snap Inc. Menurut laporan Tech Crunch, perusahaan yang didirikan sejak 2011 tersebut pernah mendapatkan pendanaan sebesar USD590 ribu (Rp8,1 miiar) dari investor DC Thomson Venture dan Microsoft Accelerator.

Hal yang bikin penasaran adalah alasan dibalik langkah Snap Inc. mengakuisisi perusahaan game. Belum ada tanggapan dari Snapchat, apakah mereka berencana untuk merilis game atau tidak. Kuat dugaan bahwa teknologi dari PlayCanvas akan digunakan sebagai sumber daya tim developer Snapchat.

Banyak pihak menduga bahwa langkah ini adalah untuk memenuhi misi Snapchat menyediakan teknologi dan konten menarik yang bisa diakses lewat kacamata inovatif mereka yang sempat dirilis dan populer.

Snap Lens merupakan kacamata dengan kamera yang teringrasi dengan aplikasi Snapchat. Snapchat sendiri telah mengembangkan kacamata tersebut sebagai kacamata yang mendukung teknologi augmented reality
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.