Celah Keamanan Ponsel Asalnya Kebiasaan Jelek Pengguna

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 10 Oct 2017 21:14 WIB
androidgooglecyber security
Celah Keamanan Ponsel Asalnya Kebiasaan Jelek Pengguna
Statistik jumlah pengguna perangkat Android dan aplikasi yang disediakan oleh Google Play Store

Metrotvnews.com, Jakarta: Pihak Google mengklaim bahwa sistem keamanan mereka, terutama untuk perangkat Android sudah sangat bagus.

"Sebagai sistem operasi paling populer dan menjadi ekosistem terbesar, tentu kami sadar bahwa kami juga harus membekali dengan sistem keamanan," tutur Adrian Ludwig, Director Android Security Google pada video conference hari ini di kantor Google Indonesia (10/10/2017).

"Namun, sistem keamanan yang sudah disediakan kerap masih memiliki celah, dan serangan yang masuk sebetulnya diakibatkan oleh penggunanya." 

Adrian memberikan bukti pertamanya dengan mengutip salah satu kebiasaan buruk pengguna gadget, yakni tidak mengunci layar atau menggunakan lockscreen pada perangkatnya. Mungkin terdengar remeh, tapi menurut Adrian langkah sederhana ini justru sangat penting.

"Sistem keamanan yang kebobolan itu tidak selalu karena serangan malware lewat aplikasi, kadang penggunanya sendiri juga lalai. Dengan mengunci layar artinya perangkat tersebut berada di pengawasan kita," beber Adrian.

Lalu, yang tidak kalah pentingnya menurut Adrian, pengguna perangkat harus rajin melakukan backup data mereka di smartphone. Apabila skenario terburuknya perangkat Anda terserang malware atau hilang, data pribadinya bisa tetap aman dan masih bisa diakses.

"Selama fitur atau aplikasi tersebut Anda update, maka sistem keamanan di perangkat Anda terjamin. Aplikasi Google Play Protect yang sudah kami buat juga sudah sangat menjamin perangkat Anda aman," imbuh Adrian.

Adrian mengingatkan agar pengguna perangkat Android hanya mengunduh aplikasi yang disediakan oleh Google Play Store atau yang resmi. Jangan pernah mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas, sebab selain berisi malware aplikasi tersebut tidak berjalan optimal pada perangkat Anda sehingga efek kerusakannya bisa sangat parah.

Terakhir menurut Adrian, pengguna sistem operasi Android dan layanan milik Google sebaiknya mengaktifkan fitur sistem otentifikasi akun berlapis seperti 2-factor authentification Google Service, sehingga setiap ada pihak yang mencoba mengakses akun tanpa izin, Anda lebih dulu menerima pemberitahuan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.