MWC 2018

Ponsel Android untuk Anak Dipamerkan di MWC 2018

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 01 Mar 2018 09:16 WIB
teknologiandroidsmartphone
Ponsel Android untuk Anak Dipamerkan di MWC 2018
Perusahaan asal Spanyol memamerkan smartphone Android khusus anak di ajang MWC 2018.

Jakarta: Pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2018, perusahaan asal Spanyol bernama EscudoWeb memamerkan perangkat bertajuk phoneKid. Smartphone Android ini ditujukan untuk anak-anak, memungkinkan orang tua menentukan waktu dan cara penggunaan smartphone.

Smartphone ini menggunakan sistem operasi Android yang telah dimodifikasi untuk mencegah pembobolan keamanan, memungkinkan orangtua mengendalikan perangkat anak dari jarak jauh kapan pun via aplikasi.

Orangtua juga akan dapat memberikan anak akses ke aplikasi pilihan atau menentukan profil berisi rangkaian aplikasi tertentu yang dapat diakses. Sebagai contoh, saat mengaktifkan profil "Study mode", anak hanya akan dapat mengakses aplikasi terkait dengan pendididkan, seperti kalkulator, Word, dan lainnya.

Tidak hanya itu, orangtua juga dapat memblokir homescreen pada ponsel dan menggantikannya dengan perintah aktivitas. Ini merupakan cara lain untuk memberitahukan anak apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Namun, perangkat ini memiliki sejumlah batasan internal.

Batasan tersebut ditujukan untuk mencegah anak melakukan tindakan tidak jujur guna menghindari atau mengurangi porsi pengendalian dan pengawasan orangtua. Anak tidak akan dapat menonaktifkan ponsel atau menonaktifkan fitur pelacak lokasi. Fitur itu hanya akan menjadi nonaktif saat ponsel kehabisan daya baterai.

Sejumlah pihak mempertanyakan ketersediaan pasar untuk perangkat tersebut, sebab anak dinilai belum tertarik untuk memiliki smartphone yang mereka ketahui memiliki fitur pengawasan ketat. Selain itu, tersedia cara lebih terjangkau, bahkan gratis, untuk mengendalikan smartphone anak via Google Family Link.

Google Family Link merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna mengatur batasan pada perangkat anak, termasuk melarang situs tertentu, mengunci aplikasi, dan mengatur waktu tidur dengan menonaktifkan ponsel.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.