Kenapa Android Tiru Tonjolan iPhone X?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 07 Mar 2018 15:07 WIB
appleandroidiphone x
Kenapa Android Tiru Tonjolan iPhone X?
Apple iPhone X membuat keberadaan tonjolan pada bagian atas ponsel menjadi tren. (AFP PHOTO / SAEED KHAN)

Jakarta: Apple iPhone X bukan ponsel pertama yang dilengkapi dengan tonjolan pada bagian atasnya. Sebelum itu, Essential Phone, ponsel buatan kreator Android, juga memiliki tonjolan tersebut.

Namun, para pembuat Android baru meniru desain dengan tonjolan pada bagian atas layar setelah Apple melakukannya.

Kenapa? Iklan.

Apple menghabiskan jutaan dollar untuk membuat video yang mengiklan iPhone, mendorong konsumen untuk membeli produk buatannya.

Ketika Apple memamerkan desain dari iPhone buatannya ke ke miliaran orang di seluruh dunia, perusahaan pembuat smartphone yang tidak sebesar Apple -- atau Samsung atau Huawei -- bisa memanfaatkan popularitas Apple untuk mendorong penjualan ponselnya dengan meniru desain buatan Apple. 

Dalam Mobile World Congress yang diadakan pada akhir Februari lalu, ada banyak perusahaan smartphone Android yang meniru Apple. Misalnya LG dengan G7 Neo, ASUS dengan ZenFone 5, dan Huawei dengan P20.

Kebanyakan dari smartphone Android yang meniru desain iPhone X memiliki harga yang lebih terjangkau daripada iPhone X, yang dihargai Rp20 juta-an di Indonesia. 

Seperti yang disebutkan oleh SlashGear, Apple adalah raja membuat hype. Sejak lama, Apple mendominasi pasar smartphone. Dengan semakin suksesnya mereka dalam menjual ponselnya, semakin banyak pula dana marketing yang mereka dapatkan. 

Memang, Apple tidak menjual iPhone di seluruh negara di dunia. Di beberapa negara tertentu, pangsa pasar Apple juga tidak terlalu besar. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa hype yang diciptakan oleh Apple sampai di telinga semua konsumen. 

Apple menghabiskan uang dan tenaga yang tidak sedikit untuk membuat desain ponsel mereka, termasuk dari segi desain, adalah yang terbaik di industri smartphone. Menariknya, terkadang, Apple bukan satu-satunya pihak yang diuntungkan. Perusahaan lain yang meniru juga diuntungkan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.