Dituduh Sebar Berita Palsu, Ini Pembelaan Bos Facebook

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 14 Nov 2016 15:31 WIB
facebookpemilu as
Dituduh Sebar Berita Palsu, Ini Pembelaan Bos Facebook
Zuckerberg membela Facebook terkait tuduhan penyebaran berita palsu. (David Paul Morris/Bloomberg via Getty Images)

Metrotvnews.com: Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg tampaknya tak diterima karena jejaring sosial miliknya dituduh menyebarkan berita palsu terkait pemilu di Amerika Serikat.

CEO Facebook itu lalu membuat sebuah post yang menjelaskan bahwa sedikitnya jumlah berita palsu pada Facebook berarti "sangat kecil kemungkinan" Facebook berperan dalam kemenangan Donald Trump.

Menurut Zuckerberg, lebih dari 99 persen konten pada Facebook yang Anda lihat adalah asli. Selain itu, dia menyebutkan, berita palsu yang ada biasanya tidak terbatas pada topik politik saja.

Menurut Engadget, hal ini bukan berarti Zuckerberg tidak peduli akan berita palsu yang ada, hanya saja, Facebook mengaku harus sangat berhati-hati sebelum menghapus konten yang ada.

Tantangan terbesar Facebook saat ini adalah membedakan konten asli dan palsu. Dalam beberapa kasus, sebuah artikel membahas topik utama yang benar, tapi menghindari informasi penting. Di kasus lain, sebuah artikel menceritakan kejadian yang sebenarnya, meski ia tidak sesuai dengan opini seseorang.

Berbagai tool yang telah Facebook sediakan untuk melaporkan berita palsu akan dapat membantu mereka menyaring konten di dalamnya.

Zuckerberg juga membahas tentang peran positif Facebook dalam pemilu AS, seperti mendorong masyarakat untuk mendaftar pemilu dan mendorong terjadinya diskusi. "Ada banyak diskusi yang mungkin tidak akan terjadi tanpa adanya Facebook," katanya.

Apa yang disebutkan Zuckerberg dalam post buatannya memang ada benarnya, bahwa Facebook harus berhati-hati dan bahwa ada kemungkinan jumlah berita palsu yang ada di Facebook sebenarnya tidak sebanyak yang diperkirakan orang-orang. 

Namun, dia tidak membahas tentang seberapa signifikan berita palsu yang beredar. Meskipun jumlah berita palsu yang beredar tidak banyak, tapi jika ada banyak orang yang percaya akan berita itu, hal itu juga akan menimbulkan masalah besar.

Profesor Zeynep Tufekci dari University of North Carolina menyebutkan, sebuah artikel yang secara salah mengklaim Paus Francis mendukung Trump telah dibagikan sebanyak hampir 1 juta kali.

Meskipun kemungkinan besar orang-orang yang membaca artikel itu telah memutuskan siapa yang hendak dia pilih, tapi tetap ada kemungkinan artikel tersebut berhasil membuat pembacanya berubah pikiran.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

2 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /