Twitter Bekukan Akun Terkait Gerakan Nasionalis Kulit Putih

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 17 Nov 2016 15:19 WIB
media sosialtwitter
Twitter Bekukan Akun Terkait Gerakan Nasionalis Kulit Putih
Twitter membekukan sejumlah akun terkait dengan pergerakan supremasi kulit putih bernama Alt Right.

Metrotvnews.com: Twitter dilaporkan telah membekukan akun dengan profil tinggi, yang terkait dengan pergerakan Alt-Right. Tindakan pembekuan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengumuman keputusannya untuk menindak aktivitas yang melibatkan ucapan kebencian atau hate-speech.

Salah satu akun yang dibekukan oleh Twitter adalah milik Richard Spencer, pengelola pergerakan Alt-Right, yang juga memiliki akun terverifikasi di Twitter. Alt-Right merupakan grup terorganisir pendukung nasionalisme kulit putih, yang muncul sebagai bentuk berlawanan terhadap konservatisme mainstream dan telah berkembang secara luas di internet.

Spencer berharap dapat mengusir warga kulit hitam, Asia, Hispanik, dan Yahudi dari Amerika Serikat. Pada hari Selasa lalu, Twitter menghapus akun milik Spencer, yaitu @RichardBSpencer, yang menjadi media pendistribusian pendapat sesuai dengan kepercayaannya, serta akun milik National Policy Institute, @npiamerica, dan majalah online miliknya yaitu @radixjournal.

Dalam pernyataannya, Twitter menyebut bahwa Twitter Rules melarang tindak kekerasan dan pelecehan yang menargetkan kelompok tertentu, dan bersikeras akan membekukan akun yang melanggar kebijakan tersebut. Namun, Twitter menolak berkomentar lebih jauh terkait pembekuan akun tersebut, yang juga melibatkan akun Paul Town, Pax Dickinson, Ricky Vaughn dan John Rivers.

Twitter merupakan platform pilihan utama selama kampanye presiden Donald Trump dan pergerakan politik Alt-Right merupakan bentuk dukungan terhadap Trump. Pergerakan ini memanfaatkan media sosial, terutama Twitter dan Facebook, dengan tujuan untuk menyebarkan supremasi kulit putih.

Pembekuan tersebut menjadi bukti ketegasan Twitter untuk menjalankan kebijakan yang dibuat guna menghalau merebaknya aktivitas negatif dalam platform miliknya. Sebelumnya, Twitter juga telah melakukan tindakan serupa, dengan menghapus 125 ribu akun yang terkait dengan ISIS pada pertengahan tahun 2015 hingga Februari 2016.

Selain Spencer, nasionalis kulit putih, Matt Heimblach mengaku, menerima peringatan dari jejaring sosial berlogo burung biru tersebut pada hari Rabu lalu. Peringatan ini terkait dengan sejumlah tweet yang dinilai melanggar persyaratan layanan Twitter. Heimblach menyebut telah menghapus tweet yang dimaksud sehingga akunnya tidak dihapus.

Sementara itu, perwakilan Southern Poverty Law Center, Heidi Beirich mengungkap, pihak pusat telah meminta Twitter untuk menghapus lebih dari 100 akun supermasi kulit putih, yang dinilai melanggar persyaratan layanan Twitter, termasuk akun milik Spencer dan Heimblach.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

5 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /