Rhenald Kasali: Gunakan Big Data MPD, BPS Makin Akurat

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 12 Feb 2017 19:16 WIB
sensusteknologibps
Rhenald Kasali: Gunakan Big Data MPD, BPS Makin Akurat
Gedung BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Metode sensus dengan Big Data Mobile Positioning Data (MPD) yang sudah diterapkan Badan Statistik Pariwisata (BPS) untuk menghitung jumlah wisatawan mancanegara di area perbatasan itu ide cerdas.

"19 kabupaten 46 kecamatan yang tidak terpantau oleh TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) di wilayah terdepan Indonesia itu bisa terekam nyaris sempurna," kata Pakar Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, Minggu, (12/2/2017).

Guru Besar penggagas “Rumah Perubahan” itu menilai, apa yang dilakukan BPS di bulan Oktober November Desember 2016 itu adalah langkah pintar. BPS semakin modern, semakin familier dengan teknologi informasi.

”Ini sudah menjadi keharusan. Mengubah dari cara konvensional dengan menggunakan digital dan teknologi. Mengganti kertas dengan dunia digital. Kertas itu bisa salah mencatat, bisa salah lihat, tidak real time, sangat terbatas jangkauan indra manusia. Juga bisa mahal, karena wilayah Indonesia yang terbentang luas. Sementara dengan Big Data, sudah terbantu oleh mesin, jauh lebih akurat, real time update, serta efektif efisien,” ujar Rhenald.

Karena itu, dia mengapresiasi BPS, yang memilih cara memberi potret angka yang sesungguhnya. Data resmi BPS itu bukan hanya bermanfaat besar untuk internal Kemenpar, yang harus cepat memperoleh informasi angka-angka untuk pengambilan keputusan, evaluasi kegiatan, dan mambuat analisa pasar.

Data tersebut juga sangat penting bagi industri terkait yang bergerak di sektor pariwisata, yang membutuhkan data dan fakta yang akurat dan terkini.

Rhenal Kasali juga menambahkan, menghitung wisatawan macanegara dengan teknologi seluler sejak Oktober, November, Desember 2016 itu patut diapresiasi. Para wisatawan macanegara itu sudah menggenggam smartphone yang tidak akan dilepas ketika berpergian.

“Objeknya sudah jelas, HP minded. Sudah tidak masuk akal ada orang hidup tanpa HP,” katanya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.