Paksa Pengguna Update Windows 10, Microsoft Denda Rp100 Juta

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 28 Jun 2016 11:27 WIB
microsoft
Paksa Pengguna Update Windows 10, Microsoft Denda Rp100 Juta
Microsoft dituntut karena update Windows 10 yang dianggap memaksa. (AP Photo / Michel Euler, File)

Metrotvnews.com: Update Windows 10 dari Microsoft yang terkadang bersifat memaksa membuat banyak orang kesal. Kali ini, Microsoft terseret hingga ke pengadilan.

Menurut Seattle Times, seorang pemilik bisnis kecil di California menuntut Microsoft dan berhasil mendapatkan USD10 ribu (Rp132,7 juta) untuk "kompensasi akan gaji yang hilang dan harga dari komputer baru" setelah update ke Windows 10 -- yang tidak dia inginkan -- membuat PC utamanya menjadi lambat dan tidak dapat digunakan.

"Saya tidak pernah dengar tentang Windows 10," kata agen travel asal Sausalito, Teri Goldstein pada Seattle Times. "Saya tidak ditanyai apakah saya ingin melakukan update."

Menurut Engadget, Goldstein tampaknya menjadi orang pertama yang berhasil mendapatkan uang karena kesalahan update Windows 10, tapi, telah banyak pengguna Windows 7/8 yang protes tentang update otomatis ke Windows 10. 

Beberapa waktu lalu, Microsoft menjadikan update Windows 10 sebagai sesuatu yang "direkomendasikan" dan tidak lagi sekadar "opsional". Selain itu, perusahaan bermarkas di Redmond tersebut juga mengubah fungsi tombol X merah sebagai tanda persetujuan untuk mengunduh Windows 10 dan bukannya menolak.

Microsoft membantah bahwa mereka melakukan kesalahan dalam kasus Goldstein. Mereka bahkan menawarkan tutorial baru untuk membantu pengguna menonaktifkan notifikasi update Windows 10, meski tidak tertutup kemungkinan, Anda akan melihat keberadaan notifikasi untuk upgrade jika Anda tidak melakukan apa pun.

Masih belum jelas apakah orang-orang lain yang merasa dirugikan dengan update Windows 10 juga akan mulai menuntut Microsoft. Pada awalnya, Microsoft berencana untuk naik banding dalam kasus Goldstein. Akhirnya, mereka memutuskan untuk tidak melakukan hal itu untuk meminimalisir biaya pengadilan yang harus mereka keluarkan.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.