Penjahat Siber Rusia Incar Asia Pasifik, Termasuk Indonesia

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 07 Oct 2016 17:50 WIB
cyber security
Penjahat Siber Rusia Incar Asia Pasifik, Termasuk Indonesia
Penjahat siber asal Rusia mulai incar kawasan Asia Pasifik

Metrotvnews.com, Denpasar: Penjahat siber asal Rusia diprediksi akan membuat kegiatan kejahatan siber di Indonesia meningkat.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ruslan Stoyanov, Head of Investigation Unit untuk Kaspersky Lab, dalam acara Kaspersky Lab Asia Pacific Cyber Security Weekend hari ini, Jumat (7/10/2016).

Stoyanov mengatakan para penjahat siber asal Rusia kini sedang mengincar wilayah Asia Pasifik karena wilayah tersebut sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di kawasan Asia Pasifik dinilai telah memunculkan banyak korporasi dan bank yang memiliki dana besar.

Sayangnya, banyak korporasi dan bank di wilayah Asia Pasifik yang belum mempersiapkan diri secara baik untuk menghadapi serangan para penjahat siber. Celah itulah yang ingin dimanfaatkan oleh penjahat siber Rusia yang ingin meraup keuntungan di wilayah Asia Pasifik.

Cara yang dilakukan juga cukup unik. Para penjahat siber tersebut awalnya akan menawarkan program peretas canggih untuk digunakan oleh penjahat siber lokal. Setelah mereka mendapatkan kepercayaan dari penjahat siber lokal, mereka akan menawarkan kerjasama lebih lanjut untuk melakukan operasi gabungan.

Menurut Stoyanov, hal yang perlu dikhawatirkan adalah para penjahat siber lokal yang mulai meng-upgrade sistem mereka ke tingkat yang lebih canggih dari Rusia.



"Penjahat siber lokal adalah yang paling perlu dikhawatirkan. Karena mendapatkan upgrade dari penjahat siber Rusia, mereka akan menjadi ancaman lebih serius dari sebelumnya," ujar Stoyanov kepada Metrotvnews.com. "Secara teknologi dan kemampuan, penjahat siber Rusia berada di level yang lebih baik dari Indonesia. Jika keduanya berhubungan, tak bisa disangkal kemampuan penjahat siber Indonesia akan meningkat."

Kabar baiknya, para penjahat siber tersebut kemungkinan besar tidak akan menyerang kepada individu. Menurut Stoyanov, para penjahat siber di Rusia lebih memilih untuk menyerang satu perusahaan besar sekali dalam setahun daripada harus menyerang banyak individu.

"Kecil kemungkinannya para penjahat siber dari Rusia untuk menyerang individu Indonesia. Mereka lebih memilih mengeruk keuntungan besar sekali, daripada mengumpulkan keuntungan kecil secara berkala," ujar Stoyanov.

Meski demikian, kondisi seperti saat ini masih tidak boleh diabaikan. Stoyanov mengatakan, adalah tugas pemerintah Indonesia untuk aktif menjaga wilayah sibernya. Untuk itu, perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak, karena kejahatan siber sangat kompleks dan tidak bisa diperangi sendirian.


(MMI)