Badan Intelijen AS Minta Yahoo Periksa Semua Email Pelanggan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 05 Oct 2016 09:23 WIB
yahoo
Badan Intelijen AS Minta Yahoo Periksa Semua Email Pelanggan
CEO Yahoo, Marissa Mayer (AP Photo / Julie Jacobson, File)

Metrotvnews.com: Tahun lalu, Yahoo membuat tool mata-mata setelah National Security Agency atau FBI mengeluarkan perintah rahasia untuk memeriksa semua email pelanggan Yahoo.

Mengutip mantan pekerja Yahoo yang menolak disebutkan namanya, Reuters melaporkan, dua badan intelijen itu dilaporkan meminta Yahoo untuk mencari "sekumpulan karakter", yang bisa saja berupa kalimat atau lampiran, menurut para narasumber.

Laporan CNET menyebutkan, CEO Yahoo Marissa Mayer memutuskan untuk mematuhi perintah rahasia tersebut. Keputusan ini mendorong Alex Stamos, yang ketika itu menjabat sebagai Chief Information Security Officer Yahoo untuk mengundurkan diri di bulan Juni 2015.

Dikabarkan, Stamos memberitahu rekan kerjanya bahwa celah pada pemprograman dapat dimanfaatkan oleh hacker untuk mengakses email pelanggan. Dia kini menjabat sebagai Security Chief di Facebook.

Reuters tidak dapat mengonfirmasi apakah perusahaan-perusahaan lain juga mendapatkan perintah yang sama seperti Yahoo.

"Yahoo adalah perusahaan yang taat pada peraturan dan mengikuti regulasi yang ada di Amerika Serikat," kata juru bicara Yahoo dalam sebuah email. Baik FBI dan NSA tidak merespon saat diminta komentar terkait hal ini. 

Keputusan Yahoo untuk mematuhi perintah rahasia ini bertolak belakang dengan pendapat perusahaan-perusahaan teknologi lain terkait privasi pelanggan. Di bulan Januari, Apple melawan permintaan FBI untuk membuat kode khusus untuk membongkar enkripsi pada iPhone yang digunakan pada iPhone dalam kasus penembakan San Bernardino. 

Selain itu, Microsoft juga melawan perintah yang melarang mereka untuk memberitahukan pengguna jika pemerintah meminta informasi pelanggan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.