Google Bakal Tambah Bahasa dan Fitur ke Google Assistant

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 24 Feb 2018 09:31 WIB
google
Google Bakal Tambah Bahasa dan Fitur ke Google Assistant
Google mengumumkan rencananya untuk menghadirkan bantuan Assistant untuk pengguna d seluruh dunia.

Jakarta: Google mengumumkan rencananya menjadikan Assistant tersedia untuk konsumen di seluruh dunia. Sebesar 95 persen perangkat Android kompatibel di dunia akan mampu menginstal Google Assistant hingga akhir tahun 2018.

Bahasa pertama yang akan didukung Assistant versi Android dan iOS dalam beberapa bulan mendatang termasuk Denmark, Belanda, India, Indonesia, Norwegia, Swedia dan Thailand. Kemudian, Google menyebut akan menambahkan bahasa baru di masa mendatang.

Dengan cara ini, jika pengguna berbicara bahasa Inggris di rumah, namun berbicara bahasa Jerman di kantor, asisten virtual Google ini akan mampu memahami pengguna di kedua lokasi. Tiga bahasa pertama yang tersedia untuk pengguna dengan banyak bahasa yaitu Inggris, Perancis dan Jerman.

Program OEM Google Assistant Mobile membantu produsen perangkat untuk membangun integrasi lebih baik antara Assistant dan perangkat mobile. Dengan chip khusus teknologi kecerdasan buatan (AI) baru, Google dan produsen smartphone ini akan membantu menciptakan perintah yang hanya dapat berfungsi di perangkat tertentu.

Google juga menyatakan rencananya untuk memungkinkan perintah pemanggil "Hello Google" dan "Hey Google" untuk mengakses Google Assistant pada ponsel saat layar tidak aktif.

Beberapa model telah mampu melakukan hal tersebut, dan Google menyebut bahwa integrasi baru berasal dari LG, Xiaomi, dan Sony.

Google Assistant akan dilengkapi kemampuan baru, yaitu Routines yang memungkinkan Assistant menangani sejumlah tugas dengan satu perintah. Pengguna dapat mengatur hingga enam rutinitas untuk menangani tugas harian.

Selain itu, pengguna juga akan dapat mengatur lokasi berbasis pengingat melalui speaker cerdas dengan dukungan Google Assistant. Sementara itu sebagai informasi, Google Assistant dan Alexa saat ini menjadi pemimpin di industri speaker cerdas, diikuti oleh Siri.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.