Amazon Akuisisi Pembuat Kamera Keamanan Nirkabel

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 25 Dec 2017 11:12 WIB
amazoninternet of things
Amazon Akuisisi Pembuat Kamera Keamanan Nirkabel
Blink menyediakan kamera keamanan tanpa kabel.

Jakarta: Amazon telah mengakuisisi Blink, perusahaan kamera keamanan nirkabel yang didirikan pada 2014 lalu dan mendapatkan uang sebesar USD1 juta (RP13,6 miliar) dari kampanye Kickstarter.

Akuisisi ini diumumkan beberapa hari lalu. Saat ini, Blink akan beroperasi seperti biasa, tanpa ada perubahan pada lini produk yang akan mereka luncurkan, termasuk produk terbaru mereka, Blink Video Doorbell. 

Blink didirikan pada 2014. Tahun berikutnya, mereka mengadakan kampanye di Kickstarter, berharap mereka akan mendapatkan USD200 ribu (Rp2,7 miliar) untuk membuat kamera keamanan tanpa kabel mereka.

Berbeda dengan kamera buatan pesaing yang memerlukan kabel atau kamera yang ditenagai oleh baterai yang biasanya tidak bertahan lama, Blink menjanjikan kamera yang dapat bertahan selama satu tahun dalam satu kali pengisian baterai. Kampanye itu sukses. Blink mendapatkan uang lima kali lipat dari yang mereka harapkan. 

SlashGear melaporkan, setelah itu, Blink meluncurkan beberapa kamera lain. Blink Video Doorbell adalah produk terbaru yang diumumkan pada bulan ini.

Meskipun kamera ini bukan sistem kamera di pintu pertama, ia tampil beda karena ia mudah untuk dipasang karena ia tidak memiliki kabel. Selain itu, ia juga memiliki harga yang cukup murah jika dibandingkan pesaing. 

Tidak aneh Amazon tertarik untuk mengakuisisi Blink, mengingat perusahaan e-commerce itu tengah fokus untuk menyediakan produk smart home.

Sebelum ini, Amazon telah meluncurkan Amazon Cloud Cam, kamera video yang dapat menyiarkan video keamanan langsung ke ponsel pengguna dan merupakan bagian penting dari Amazon Key, layanan pengantar barang yang memungkinkan kurir untuk masuk ke rumah pengguna ketika tuan rumah sedang keluar.

"Jika Anda punya kamera kami, tidak ada yang berubah untuk saat ini," kata Blink dalam sebuah pernyataan resmi.

"Kami akan terus beroperasi seperti biasa di bawah Amazon untuk menjual produk hebat yang Anda tahu. Ini adalah hari pertama kami bekerja di Amazon dan kami tidak sabar untuk melihat apa yang bisa kami lakukan untuk pelanggan bersama kami."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.