Digitalisasi, XL Hubungkan 1.000 Sekolah dan 400 Ribu Siswa ke Internet

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 06 Oct 2017 17:13 WIB
xltelekomunikasi
Digitalisasi, XL Hubungkan 1.000 Sekolah dan 400 Ribu Siswa ke Internet
(Ki-Ka) Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Manado, Ibu Mediatrix Maryani Ngantung, Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kota Manado, Drs. Heri Saptono, Caretaker Vice President XL Axiata North Region, Mozes Haryanto Baottong, Kepala Dinas

Metrotvnews.com, Manado: XL Axiata mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menghubungkan 1.000 sekolah di berbagai provinsi di Indonesia dengan internet untuk dimanfaatkan dan membantu program pemerintah dalam digitalisasi sekolah. Kegiatan sosial ini juga tidak terlepas dari perayaan hari jadi ke-20 perusahaan telekomunikasi yang identik dengan warna biru tersebut.

SMA Negeri 8 Manado, Sulawesi Utara menjadi sekolah ke-1.000 yang terhubung dengan internet. Pihak XL menyebutkan, terselesaikannya program yang dimulai sejak bulan Oktober tahun lalu ini berhasil membuat 400 ribu siswa bisa memanfaatkan internet cepat untuk meningkat kualitas belajar mereka.

"Komposisinya 45 persen SMA dan 55 persen adalah siswa SMK. Kami sangat senang karena mengetahui bahwa program ini memberikan manfaat yang cukup bagi bidang pendidikan di Indonesia khususnya bagi sekolah penerima sehingga bisa menyelenggarakan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UBK)," Caretaker Vice President XL Axiata North Region, Mozes Haryanto Baottong.

"Mereka kini bisa sejajar dengan sekolah di kota kota besar dan negara maju. Program ini tentu tidak berhenti di sini saja, program "Gerakan Donasi Kuota" juga akan digencarkan supaya pengguna layanan kami juga bisa ikut berpartisipasi dalam kontribusi XL bagi dunia pendidikan."

Dari 1.000 sekolah yang terhubung lewat program ini semuanya tersebar di 42 kota/kabupaten di 20 provinsi. Kota-kota tersebut antara lain Sabang, Padang, Medan, Deli Serdang, Pematang Siantar, Pekanbaru, Pangkal Pinang, dan Belitung Timur.

Juga ada di Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon. Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Purwokerto, Banyumas, Cilacap, Sidoharjo, Malang, juga Pemekasan di Madura. Di Kalimantan dan Sulawesi ada di Banjarmasin, Banjarbaru, Samarinda, Balikpapan, Pontianak, Gowa, Kendari, Manado, serta Makassar.

Menurut Manager CSR XL Axiata, Achmad Praditpa literasi internet yang terbentuk dari program ini sejak awal bisa diarahkan ke hal yang positif yang sebelumnya tidak bisa dilakukan. Misalnya pelatihan karyawan sekolah mengenai dunia digital dan pemanfaatan layanan digital untuk mempromosikan potensi daerah asal.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.