Nokia Tidak Berencana Hadirkan 3310 4G di Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 13 Feb 2018 22:51 WIB
nokia
Nokia Tidak Berencana Hadirkan 3310 4G di Indonesia
Nokia 3310 dengan dukungan jaringan 4G tidak akan dipasarkan di luar Tiongkok.

Jakarta: Eurofia terhadap ponsel feature ikonik Nokia, yaitu 3310, yang dihadirkan dalam versi baru tahun 2017 lalu, belum terhenti. Hal ini disebut HMD Global, terlihat dari cukup tingginya permintaan versi 4G untuk perangkat tersebut.

Hal ini menjadi alasan dibalik peluncuran versi 4G dari Nokia 3310 di Tiongkok, sayangnya ponsel ini hanya akan dipasarkan di negara berjuluk tirai bambu tersebut. Informasi ini turut dikonfirmasi Country Manager Indonesia Australia New Zealand and Pacifics Island HMD Global Mark Trundle.

"Untuk saat ini, saya dapat memastikan bahwa Nokia 3310 dengan dukungan jaringan 4G tidak akan tersedia di pasar lain selain Tiongkok, termasuk Indonesia," ujar Trundle pada acara peluncuran Nokia 8 di Indonesia hari Selasa ini.

Namun, Trundle enggan berbagi informasi terkait alasan keputusan HMD Global untuk hanya memasarkan perangkat ini di Tiongkok. Selain itu saat disinggung strategi meraih perhatian kaum milenial, HMD Global akan secara giat memanfaatkan platform online yang dinilai sesuai dengan minat kaum muda, terutama di Indonesia.

HMD Global juga berencana mempererat kerja sama dengan sejumlah pendukung layanan digital di Indonesia, salah satunya Indosat Ooredoo, guna mencapai tujuannya tersebut. HMD juga mengaku berupaya untuk mempertahankan prestasi yang sebelumnya dimiliki Nokia, dengan ambisi lebih besar dari sebelumnya.

Sementara itu, HMD Global juga mengungkap belum berencana untuk mendirikan pabrik miliknya sendiri di Indonesia, guna memenuhi TKDN, dan lebih memilih untuk mempererat kerja sama dengan PT Sat Nusapersada Tbk.

Selain flagship, Mark Trundle menyebut HMD Global juga akan memboyong feature phone ke Indonesia. Sayangnya, ia masih enggan mengungkap ponsel apa saja dan kapan ponsel murah tersebut akan mendarat di Tanah Air.

Perusahaan asal Finlandia ini juga mengungkapkan keyakinannya bahwa merek Nokia yang telah diketahui banyak orang serta kehadiran Nokia 8 yang baru diluncurkannya ini dapat membantunya bersaing dengan vendor lain di Indonesia, termasuk produsen asal Tiongkok yang tengah gencar menggempur pasar Indonesia.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.