Lebih Cepat dari Target, Indosat Ooredoo Selesaikan Penataan Ulang Frekuensi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 14 Feb 2018 08:20 WIB
indosattelekomunikasi
Lebih Cepat dari Target, Indosat Ooredoo Selesaikan Penataan Ulang Frekuensi
Ilustrasi. (ANTARA Zabur Karuru BD)

Jakarta: Indosat Ooredoo telah selesai menata ulang pita frekuensi 2,1 GHz pada 12 Februari malam. Penataan atau refarming ini bisa diselesaikan lebih cepat dari harapan, yaitu pada 1 Maret 2018. Kluster Jakarta-1 dan Jawa Tengah-3 merupakan kluster terakhir yang melewati proses penataan ulang. 

"Kami berharap inisiatif percepatan yang sudah kami upayakan ini akan mendorong percepatan penataan pita frekuensi radio 2,1GHz secara keseluruhan," kata Dejan Kastelic, Chief Technology and Information Officer, Indosat Ooredoo. 

Lebih lanjut dia menyebutkan, Indosat berkomitmen untuk melakukan penataan ulang frekuensi sebagai usaha mereka untuk memenuhi kewajiban regulasi dan juga mendorong pemerintah untuk mempercepat penetrasi pita frekuensi radio. 

Kastelic merasa, proses penataan ulang frekuensi tidak hanya menguntungkan pelanggan Indosat Ooredoo -- yang akan mendapatkan layanan yang lebih baik -- tapi juga masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

"Penataan ulang pita frekuensi akan menstimulasi penetrasi broadband di Indonesia, yang akan berdampak pada peningkatan GDP nasional dan mensejahterakan masyarakat dengan memberikan informasi," katanya. 

Indosat bukan satu-satunya operator yang harus melakukan refarming. Operator-operator yang lain pun harus melakukannya. Penataan ulang dilakukan setelah operator telekomunikasi dan pemerintah setuju untuk menata ulang frekuensi setelah operator yang berhak atas pita 2,1GHz ditentukan. 

Refarming akan dilakukan secara bertahap dan diharapkan akan selesai pada 25 April mendatang. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.