Twitter Blokir Sejumlah Akun Spam dan Bot

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 12 Mar 2018 11:50 WIB
twitter
Twitter Blokir Sejumlah Akun Spam dan Bot
Twitter memblokir sejumlah akun yang melakukan tindak spam dan menggunakan bots.

Jakarta: Pada bulan lalu, Twitter mengumumkan sejumlah peraturan baru terkait cara pengguna dan aplikasi dapat mengautomisasi tweet guna mengurangi spam dan bot penyebar propaganda.

Twitter menyebut bahwa pengguna menggunakan sejumlah akun dapat memperkuat atau mendorong menonjolkan tweet tertentu. Menurut BuzzFeed, Twitter memblokir sejumlah akun yang diketahuinya melakukan retweet massal atau menyalin dan mencuri tweet dari pengguna lain.

Sejumlah akun, di antaranya memiliki ribuan bahkan jutaan pengikut, dilaporkan telah melanggar kebijakan spam baru Twitter dan telah diblokir. Perwakilan Twitter menyebut keputusan ini mengacu pada peraturan baru yang diluncurkannya untuk memerangi spam.

Peraturan baru ini menyebut bahwa pelanggar akan menghadapi risiko akun mereka diblokir sementara waktu atau secara permanen. Pada bulan Februari lalu, Twitter menghapus kemampuan platform pihak ketiga seperti Tweetdeck untuk menyukai, retweet atau mengirimkan tweet serupa dari sejumlah akun.

Keputusannya menghapus sejumlah kemampuan tersebut pada platform pihak ketiga ini demi mengurangi aktivitas yang disebut sebagai "Tweetdecking". Pada saat bersamaan peraturan tersebut dirilis, Twitter juga menghapus sejumlah bot.

Peraturan baru ini dirilis setelah menerima informasi yang menyebut sebanyak lebih dari 50 ribu akun terkait dengan organisasi yang didukung oleh Rusia, memaparkan propanganda ke hampir sebanyak 700 ribu orang, terkait pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 pada bulan Januari.

Kala itu, Twitter mencegah aplikasi mengendalikan serangkaian bot. Batasan tersebut dirancang mencegah individu mengunggah konten yang secara substansial serupa di sejumlah akun, dan menggunakan akun tersebut untuk meningkatkan visibilitas dan popularitas mereka.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.