Samsung Galaxy Note 8 Enterprise Edition Masuk AS

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 06 Nov 2017 10:31 WIB
samsung
Samsung Galaxy Note 8 Enterprise Edition Masuk AS
Samsung meluncurkan Galaxy Note 8 Enterprise Edition di Amerika Serikat, setelah sebelumnya diluncurkan di Jerman dan Korea Selatan.

Metrotvnews.com: Samsung baru saja mengumumkan versi bisnis dari Galaxy Note 8 di pasar Amerika Serikat. Smartphone tersebut pertama kali diperkenalkan di Jerman dan Korea Selatan, sehingga pengumumannya di pasar Amerika Serikat bukanlah pertama kalinya.

Dalam hal spesifikasi, tidak terdapat perbedaan antara Samsung Galaxy Note 8 versi reguler dengan versi Enterprise Edition. Untuk urusan software, terdapat sedikit perbedaan, sebab Galaxy Note 8 Enterprise Business dilengkapi dengan Samsung Knox Configure dan Samsung Enterprise Firmware Over the Air (E-FOTA).

Menurut Samsung, Galaxy Note 8 Enterprise Edition ditujukan untuk menghadirkan kustomisasi, managemen, dukungan, dan peningkatan keamanan level entreprise, yang dinilai telah sukses dihadirkan oleh Galaxy Note 8 versi reguler.

Selain itu, perusahaan asal Korea Selatan ini juga mengonfirmasi Galaxy Note 8 Enterprise Edition akan menerima update keamanan bulanan selama tiga tahun.

Samsung Galaxy Note 8 Enterprise Edition tersedia dalam versi non-bundling dengan penawaran harga USD994 (Rp13,4 juta), dan dapat dibeli melalui saluran mitra Samsung di negara yang dipimpin oleh Donald Trump tersebut. Sementara itu, Samsung Galaxy Note 8 telah terjual sebanyak sekitar 23.000 unit setiap harinya di negara asalnya, Korea Selatan.

Selama satu bulan sejak kehadirannya, Samsung dilaporkan telah menjual sebanyak lebih dari satu juta unit di Korea Selatan. Samsung berharap melalui Galaxy Note 8, dapat menyaingi kehadiran iPhone 8 dan iPhone 8 Plus di pasar lokal, sebab kehadiran ponsel cerdas terbaru Apple tersebut berpotensi memperlambat penjualan Galaxy Note 8, dan mengganggu dominasi Samsung di Korea Selatan.

Samsung juga berupaya menghadirkan aplikasi pemetaan ulang untuk fitur Bixby, dengan mengubah fungsi tombol hardware khusus Bixby dan menggunakannya untuk fungsi lain. Satu setengah bulan lalu, Samsung memperkenalkan tuas kecil memungkinkan pengguna mencegah tombol untuk meluncurkan Bixby.

Mundurnya CEO Samsung Electronics, Kwon Oh-hyun, menyebabkan Samsung harus mencari penggantinya. Samsung telah menunjuk 3 orang yang akan memimpin divisi yang berbeda. King Ki-nam akan memimpin bisnis komponen, Kim Hyun-suk akan memimpin divisi elektronik konsumen dan Koh Dong-jin, yang juga dikenal dengan nama DJ Koh akan bertanggung jawab atas divisi mobile dan IT.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.