Pemerintah Afghanistan Ingin Blokir WhatsApp dan Telegram

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 06 Nov 2017 08:34 WIB
whatsapp
Pemerintah Afghanistan Ingin Blokir WhatsApp dan Telegram
Aplikasi WhatsApp terancam diblokir total di negara Afghanistan.

Metrotvnews.com: Pemerintah di Afghanistan mengirimkan surat kepada para penyedia layanan telekomunikasi untuk memblokir layanan WhatsApp dan Telegram. Masih belum jelas alasan dibalik keputusan tersebut.

Kabar tersebut dilaporkan oleh Reuters bahwa pada tanggal 1 November lalu, pihak pembuat regulasi layanan telekomunikasi, ATRA sudah mengirimkan surat edaran kepada penyedia layanan telekomunikasi untuk memblokir dua layanan tadi. Mereka diberikan waktu selama 20 hari untuk melakukan instruksi tersebut.

Meskipun begitu, hingga saat ini aplikasi tersebut masih bisa dipergunakan secara normal. Hal ini tentu saja sempat mendapat kecaman dari masyarakat Afghanistan karena melanggar kebebasan berbicara serta norma sebagai masyarakat yang terbuka. 

Dalam unggahan di Facebook, Menteri Telekomunikasi, Shahzad Aryobee menuturkan, langkah yang dilakukan saat ini diambil berdasarkan komplain dan permintaan masyarakat.

Banyak pihak berspekulasi bahwa hal tersebut tidak lain karena Badan Keamanan Nasional menemukan banyak pesan terenkripsi yang digunakan para teroris. Alhasil, mereka lebih memilih untuk menutup layanannya ketimbang membobol enkripsi tersebut.

Layanan telekomunikasi dan internet di Afghanistan hadir berkat Amerika Serikat di negara tersebut pada tahun 2001, yang membuat negara tersebut secara tidak langsung terbuka terhadap dunia luar. Layanan ini kemudian juga dimanfaatkan oleh kelompok separatis Taliban dan grup teroris lainnya.

Layanan seperti WhatsApp, Telegram, dan Viber menjadi beberapa aplikasi yang paling sering dipakai masyarakat dan pemerintah Afghanistan, serta kelompok separatis Taliban. Bahkan dijelaskan bahwa juru bicara Taliban telah menyerahkan nomor kontak aplikasi Viber miliknya apabila benar bahwa layanan WhatsApp diblokir.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.