Demi Diakui BI, Bukalapak Sementara Setop BukaDompet

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 02 Oct 2017 17:30 WIB
tokopediabukalapake-commerce
Demi Diakui BI, Bukalapak Sementara Setop BukaDompet
Ilustrasi. (CBR Online)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bukalapak menghentikan layanan uang elektornik, BukaDompet untuk sementara. Alasannya karena mereka tengah menjalani proses untuk mendapatkan lisensi e-money dari Bank Indonesia. 

Bukalapak menyebutkan, uang yang ada di akun BukaDompet Anda masih tetap bisa digunakan untuk berbelanja atau dicairkan. Hanya saja Anda tidak bisa menambahkan saldo atau melakukan isi ulang saat ini. 

"Pengguna Bukalapak dapat tetap bertransaksi maupun pencairan dana dengan menggunakan e-money BukaDompet seperti biasa, namun untuk sementara waktu tidak dapat melakukan top up di e-money BukaDompet," ujar PR Manager Bukalapak, Evi Andarini kepada Metrotvnews.com.

BukaDompet adalah uang elektronik dari Bukalapak. Salah satu fungsi dari e-money adalah untuk melakukan pembayaran dengan lebih praktis dan juga mempercepat proses pengembalian dana atau refund. 

Pihak Bukalapak menyebutkan, setelah mendapatkan lisensi dari Bank Indonesia, mereka akan kembali mengaktifkan fitur BukaDompet. Hanya saja, akan ada beberapa penyesuaian. Contohnya, saldo yang bisa disimpan pada BukaDompet adalah Rp1.000.000, dan maksimal mutasi dompet Rp20.000.000,00 dalam satu bulan.

Bukalapak bukanlah satu-satunya situs e-commerce yang harus membekukan layanan uang elektroniknya. Tokopedia juga telah membekukan TokoCash per 13 September pukul 23.59.

Sama seperti BukaDompet, pengguna TokoCash tidak bisa melakukan top-up, dan pengguna tetap bisa melakukan transaksi, refund, dan redeem gift card seperti biasa. Sementara itu, Shopee membekukan fitur top-up untuk Shopeepay per tanggal 18 September lalu. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.