Uni Eropa Desak Facebook dan Google Hapus Konten Ilegal dalam 1 Jam

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 02 Mar 2018 17:03 WIB
media sosialinternetfacebookgoogle
Uni Eropa Desak Facebook dan Google Hapus Konten Ilegal dalam 1 Jam
EU desak perusahaan internet untuk hapus konten ilegal dengan cepat.

Jakarta: Google, Facebook, dan perusahaan-perusahaan internet lain harus menghapus konten terorisme dan konten ilegal lainnya dari situs mereka dalam waktu satu jam, menurut peraturan Uni Eropa.

Komisi Eropa pada hari Kamis meningkatkan tekanan pada perusahaan-perusahaan internet terkait penghapusan konten ilegal, termasuk konten terorisme, konten yang mendorong kebencian dan kekerasan, pelecehan seksual terhadap anak, produk palsu dan pelanggaran hak cipta, lapor CNET.

"Mengingat konten terorisme memberikan dampak paling besar pada jam-jam awal kemunculannya, semua perusahaan harus menghapuskan konten itu dalam waktu satu jam sejak kemunculannya," kata Komisi dalam pernyataan resmi. 

Memang, media sosial telah menjadi tempat bagi grup terorisme untuk menyebarluaskan ide mereka dan merekrut anggota baru.

Perusahaan-perusahaan internet biasanya memiliki peraturan ketat yang melarang pengguna membuat konten berisi ujaran kebencian dan akan menghapus konten dan akun pengunggah ketika ditemukan. 

Beberapa waktu belakangan, Uni Eropa terus menekan perusahaan-perusahaan internet untuk terus memerangi terorisme di dunia online. Perusahaan-perusahaan tersebut juga terus memperbaiki sistem mereka.

Tahun lalu, mereka setuju dengan peraturan yang ditetapkan Uni Eropa untuk menghapus konten ilegal dalam waktu 24 jam. Namun, jeda waktu satu jam yang diusulkan kemari dianggap terlalu singkat, ungkap Asosiasi Industri Komunikasi dan Komputer, yang menjadi representasi dari perusahaan seperti Facebook dan Google. 

"Batas waktu yang sangat singkat ini tidak memperhitungkan metode untuk menghapus konten dan justru akan mendorong penyedia layanan untuk menghapus semua konten yang dilaporkan," ujar Asosiasi dalam pernyataan resmi. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.