Apple Maps Bermasalah, Pengguna Harap Gunakan Google Maps

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 16 Jun 2018 10:41 WIB
apple
Apple Maps Bermasalah, Pengguna Harap Gunakan Google Maps
Sejumlah pengguna Apple Maps bahwa aplikasi ini tengah mengalami permasalahan dan tidak dapat digunakan.

Jakarta: Aplikasi peta milik Apple yaitu Apple Maps dilaporkan tengah mengalami permasalahan, dan tidak dapat dimanfaatkan untuk menampilkan navigasi dari titik A ke titik B.

Menurut downdetector.com, 60 persen dari keluhan pengguna menyebut Apple Maps tidak menyediakan data apapun.

Selain itu, situs tersebut juga menyebut bahwa sebanyak 39 persen keluhan pengguna juga menyebut bahwa aplikasi tidak dapat diakses. Permasalahan ini dialami oleh aplikasi Apple Maps di seluruh perangkat penggunanya, termasuk iPhone, iPad, dan Apple Watch.

Pengguna mengaku menerima pesan bertuliskan "Directions Not Available. Route information is not available at this moment", saat mencoba memperoleh informasi navigasi melalui Apple Maps. Namun, permasalahan ini dapat dibantu dengan menginstal Google Maps pada perangkat iOS.

Pengguna perangkat Apple dapat mencari aplikasi peta Google ini pada toko aplikasi App Store. Sementara itu, System Status Apple menampilkan bahwa terdapat permasalahan dengan fungsi Maps-Routing and Navigation, dan Maps-Search.

Sebelumnya, Apple dilaporkan akan merilis update yang akan membuat metode yang biasanya digunakan oleh polisi untuk mengakses data pada iPhone menjadi tidak terlalu efektif. Update yang dinamai USB Restricted Mode ini akan menghentikan akses data ke iPhone via port Lightning jika ponsel tidak dibuka selama satu jam terakhir.

Update ini tidak untuk menghalangi pihak berwajib, kata Apple, tapi untuk menutup celah keamanan yang membahayakan data pengguna. Metode mengakses data dari port Lightning tidak hanya digunakan oleh polisi, tapi juga oleh kriminal pencuri identitas.

Apple juga dilaporkan akan mengganti port Lightning dengan port USB-C pada iPhone dan iPad yang diluncurkan tahun depan. Apple disebut masih dalam "fase perombakan desain" dan baru akan bisa mengganti port pada perangkatnya pada 2019.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.