Pusat Rehabilitasi Narkotika di Tiongkok Pakai VR?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 31 Jul 2018 12:16 WIB
Pusat Rehabilitasi Narkotika di Tiongkok Pakai VR?
Pecandu di pusat rehabilitasi narkotika tengah melakukan pengujian menggunakan teknologi VR. (Cao Lei/South China Morning Post)

Jakarta: Di Tiongkok, pengalaman yang disajikan di dunia VR tersebut dimanfaatkan oleh lembaga pusat rehabilitasi narkotika. Pemerintah Tiongkok tengah menggelar uji coba.

Dijelaskan bahwa sebuah pusat rehabilitasi narkotika di Shanghai, Tiongkok, akan meminta penghuni rehabilitasi, baik yang masih dalam proses maupun sudah selesai, duduk di depan sebuah komputer dan menggunakan perangkat VR headset.

Dijelaskan oleh South China Morning Post, pengguna akan disajikan sebuah tayangan VR yang sangat nyata dan membuat penggunanya berada di sebuah kondisi dia bersama beberapa orang tengah minum dan serta kondisi yang mensimulasikan ajakan untuk menggunakan narkoba.

Lewat tiga klip yang terpasang di tiga jari penggunanya, pihak pusat rehabilitas dan kepolisian akan memantau reaksi fisik yang dihasilkan oleh penggunanya saat menggunakan VR tadi.

Data yang ditangkap oleh mesin dari teknologi VR akan memberikan petunjuk tingkatan keberhasilan tayangan VR yang disajikan ditanggapi dengan positif oleh penggunanya. Apabila tingkat keberhasilannya sangat tinggi maka penggunanya dianggap masih memiliki adiksi terhadap narkotika alias kecanduan.

Dijelaskan penggunanya sendiri diberi pilihan untuk melewati tayangan tadi dan beralih ke tayangan lainnya. Mesin akan tetap mencatat berapa lama durasi yang dibutuhkan oleh penggunanya untuk mengambil keputusan tersebut.

Ada lima pusat rehabilitasi narkotika di Shanghai yang sudah menggunakan teknologi ini sejak sebagai uji coba. Namun tahun lalu sudah ada pusat rehabilitas di provinsi Zhejiang yang juga sudah menggunakan teknologi ini dengan berbasis sensor motorik bola mata.

Pergerakan motorik bola mata penggunanya di dalam VR menjadi bahan pertimbangan untuk menilai reaksi penggunanya terhadap tayangan atau objek terkait barang-barang narkotik yang ditampilkan di dunia VR.
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.