Disebut Curangi Benchmark, Ini Jawaban Oppo

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 23 May 2018 20:23 WIB
oppo
Disebut Curangi Benchmark, Ini Jawaban Oppo
Oppo bantah melakukan kecurangan terkait dengan benchmark AnTuTu F7 yang dirumorkan.

Jakarta: Beberapa waktu lalu, Oppo dilaporkan melakukan tindak kecurangan pada pengujian di aplikasi benchmark AnTuTu.

Tindakan kecurangan Oppo ini pertama kali dilaporkan blogger asal Vietnam, menyebut Oppo F7 dengan sengaja meningkatkan kinerja melewati batas saat pengguna menjalankan aplikasi tersebut.

Namun, Oppo Indonesia membantah informasi tersebut, seperti yang disampaikan PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto, pada acara peluncuran Oppo F7 Youth dan pengumuman Vanesha Prescilla sebagai brand ambassador.

"Di Oppo F7, ada Neuro Pilot. Itu teknologi baru yang berfungsi untuk menaikan performa secara otomatis. Jadi waktu diuji, grafiknya naik turun karena otomatisasi itu. Teknologi ini baru ada di Oppo F7, di perangkat lain belum ada yang bisa otomatis," ujar pria yang akrab disapa Aryo ini.

Sementara itu, Aryo juga menyebut teknologi yang sama juga dihadirkan pada ponsel cerdas terbarunya, Oppo F7 Youth. Oppo mengaku tidak ingin membedakan performa yang ditawarkan kepada konsumen melalui produk karyanya.

Sebelumnya, blogger asal Vietnam dilaporkan menjalankan aplikasi benchmark karyanya dengan script pengujian layaknya AnTuTu.

Pada pengujian ala blogger tersebut, OPPO F7 secara langsung telah meningkatkan masing-masing kemampuan core yang ada di MediaTek P60.

Oppo F7 juga dilaporkan dapat mencapai frekuensi clock maksimal, yakni 2GHz tanpa memedulikan batas temperatur. Berkat ini, hasil nilai benchmark Oppo, disebut sang blogger, dapat mengalahkan sejumlah pesaing utama di segmen pasar yang sama.

Sebagai informasi, pada pengujian AnTuTu tersebut, OPPO F7 mampu meraih skor hingga 139.475 poin.

Nilai smartphone karya OPPO ini mampu menaklukkan Xiaomi Redmi 5 Plus dengan Snapdragon 625, Redmi Note 5 Pro dengan Snapdragon 636 dan bahkan Mi 6X yang ditenagai oleh Snapdragon 660.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.