Lawan Hoaks, Facebook Cari Ahli Penerbit Berita?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 10 Jun 2018 08:24 WIB
media sosialfacebookhoax
Lawan Hoaks, Facebook Cari Ahli Penerbit Berita?
Facebook terus perangi hoaks. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)

Jakarta: Berita palsu atau hoaks merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh Facebook. Memang, pada awalnya media sosial raksasa ini enggan untuk mengakui hal itu. Namun, kini mereka berusaha untuk mengatasi masalah maraknya hoaks di jejaring sosialnya. 

Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan mencari "ahli penerbit berita" untuk memeriksa konten yang muncul di media sosialnya, menurut iklan lowongan pekerjaan yang ditemukan oleh The Guardian

Posisi ini akan ditempatkan di markas besar Facebook di Menlo Park, California. Pada awalnya, Facebook menyebutkan bahwa mereka mencari "ahli kredibilitas berita". Menurut The Guardian, awalnya, lowongan ini juga menjadikan "ketertarikan pada jurnalisme" sebagai syarat. Namun, sekarang, syarat itu dihapus. 

CNET melaporkan, Facebook mulai menghadapi masalah berit palsu pada 2016, setelah Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa dan pemilihan umum presiden di Amerika Serikat.

Beberapa tahun belakangan, Facebook mencoba banyak cara untuk menyelesaikan masalahnya maraknya hoaks di jejaring sosialnya, mulai dengan bekerja sama dengan orgaisasi pemeriksa fakta hingga iklan di koran. 

Namun, Facebook juga menekankan peran mereka sebagai agregator berita dan bukannya sebagai penerbit berita. Facebook berhenti menggunakan editor manusia pada 2016.

Sebagai gantinya, mereka fokus menggunakan algoritma komputer untuk menentukan konten berita yang pantas dari media kredibel untuk tampil di Trending Topics. Minggu lalu, Facebook memutuskan untuk menghapuskan bagian tersebut karena dikritik mempromosikan hoaks. 

Meskipun begitu, tanpa keberadaan Trending Topics sekalipun, masih banyak berita palsu yang beredar dan dibagikan di Facebook. Kini, mereka mencari cara untuk memastikan pengguna tahu berita yang berasal dari media kredibel. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.