Perang Paten Apple dan Samsung Resmi Berakhir

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 28 Jun 2018 14:55 WIB
applesamsung
Perang Paten Apple dan Samsung Resmi Berakhir
Samsung dan Apple berhenti saling menutut satu sama lain.

Jakarta: Pertarungan Apple dan Samsung di ranah hukum terkait paten akhirnya berakhir. Dua perusahaan ponsel raksasa itu mengungkap bahwa mereka telah setuju untuk membatalkan tuntutan yang mereka ajukan ke pengadilan. 

Hakim Lucy Koh dari Distrik Utara California menandatangani perintah pengadilan untuk membatalkan semua tuntutan yang diajukan kedua perusahaan dan memastikan tidak ada tuntutan serupa yang diajukan ke pengadilan. 

Sayangnya, seperti yang disebutkan oleh CNET, persyaratan dari Apple dan Samsung untuk berhenti saling menuntut satu sama lain tidak jelas. 

Apple dan Samsung telah beradu di pengadilan terkait desain dan fungsi dari ponsel dan tablet mereka sejak 2011. Bagi keduanya, pertarungan di ranah hukum ini tidak hanya tentang uang, tapi juga usaha untuk menguasai pasar perangkat mobile.

"Keputusan ini menandai berakhirnya dari 'pertarungan paten smartphone'," kata Brian Love, asisten dosen di Santa Clara University School of Law.

"Jadi, ini adalah waktu yang tepat untuk bertanya, setelah pertarungan selama hampir satu dekade, apa yang telah dicapai? Menurut saya, hampir tidak ada."

Dia menyebutkan bahwa Apple memang mendapatkan ratusan juta dollar dari Samsung. Namun, mereka tidak pernah bisa membuat Samsung harus menarik produknya dari pasar.

Sejak tuntutan pertama dimasukkan ke pengadilan, pangsa pasar untuk Android -- sistem operasi yang digunakan oleh Samsung pada smartphone buatan mereka -- terus naik. 

Tahun ini, sekitar 85 persen dari total smartphone yang dikirimkan di dunia menggunakan Android dari Google sebagai sistem operasinya, menurut IDC. Sementara 15 persen sisanya menggunakan iOS buatan Apple. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.