Apple Langgar Paten Qualcomm, iPhone Tetap Boleh Dijual

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 03 Oct 2018 11:16 WIB
appleiphonequalcomm
Apple Langgar Paten Qualcomm, iPhone Tetap Boleh Dijual
Apple diakui langgar paten Qualcomm. (TechCrunch)

Jakarta: Komisi Dagang Internasional Amerika Serikat (ITC) menetapkan bahwa Apple mungkin memang melanggar paten Qualcomm, tapi itu bukan berarti iPhone boleh berhenti dijual. 

Pada akhir 2017, Qualcomm meminta ITC untuk menghentikan penjualan iPhone yang menggunakan chip 4G buatan Intel dengan alasan pelanggaran paten.

Pada hari Jumat lalu, Hakim hukum administrasi Thomas Pender setuju bahwa Apple memang telah melanggar paten Qualcomm tentang manajemen daya, tapi Apple tidak melanggar dua paten lainnya, menurut laporan CNET

"Rekomendasi saya adalah faktor kepentingan publik dibandingkan dengan pemblokiran penjualan produk-produk tertentu yang melanggar paten yang disebutkan dalam penyelidikan ini," tulis Pender.

Namun, kasus ini belum berakhir. Kasus tersebut akan ditangani oleh komisi ITC. Presiden AS Donald Trump bahkan bisa ikut campur dalam masalah ini. 

"Qualcomm terus meminta royalti secara tidak adil untuk teknologi yang tidak ada hubungannya dengan mereka untuk melindungi monopoli mereka. Kami bersyukur ITC menghentikan usaha Qualcomm untuk merusak persaingan dan merugikan inovator dan konsumen AS," kata Apple dalam sebuah pernyataan resmi. 

Sementara itu, General Counsel Qualcomm, Don Rosenberg mengaku bahwa dia puas dengan keputusan ITC untuk menyatakan Apple telah melanggar salah satu paten mereka.

"Tapi tidak masuk akal untuk membiarkan Apple terus melakukan pelanggaran dengan tidak melakukan pemblokiran impor iPhone," katanya. "Ini tidak sesuai dengan mandat ITC untuk melindungi inovator Amerika dengan memblokir produk-produk yang melanggar paten."

Rosenberg menyebutkan, Apple punya banyak jalan untuk tetap melayani konsumen tanpa melanggar paten Qualcomm.

Apple dan Qualcomm telah beradu di pengadilan terkait paten sejak Januari 2017. Ketika itu, Apple menuntut Qualcomm atas dasar bahwa Qualcomm membuat perjanjian lisensi yang tidak adil untuk penggunaan teknologinya.

Apple berharap mereka bisa menurunkan harga yang harus mereka bayarkan pada Qualcomm. Qualcomm, perusahaan pembuat chip mobile terbesar dunia, membalas Apple dengan balik menuntut atas pelanggaran paten dan ingin memblokir penjualan iPhone. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.