Facebook Diretas, Data 50 Juta Pengguna Bocor

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 29 Sep 2018 14:22 WIB
media sosialfacebook
Facebook Diretas, Data 50 Juta Pengguna Bocor
Ilustrasi.

Jakarta: Kemarin Facebook mengakui bahwa sistem mereka telah diretas, menyebabkan data akun dari 50 juta orang bocor.

Saat ini, masih belum diketahui siapa pelaku serangan ini. Sang hacker bisa menembus keamanan Facebook dengan mengeksploitasi kelemahan yang ada pada software-nya.

Seolah itu tidak cukup buruk, Facebook mengakui bahwa serangan ini tidak hanya memungkinkan penyerang untuk mengakses akun Facebook korban, mereka juga bisa mendapatkan akses ke layanan lain yang korban daftarkan dengan Facebook, seperti Tinder, Spotify dan Airbnb. 

Instagram, yang ada di bawah Facebook, juga tampaknya terpengaruh oleh serangan ini, lapor Business Insider

Pengakuan ini memperluas jangkauan serangan, membahayakan data pribadi para pengguna. Ini akan memaksa perusahaan besar dan startup yang menggantungkan diri pada login Facebook untuk memeriksa sistem mereka sendiri untuk memastikan tidak ada kegiatan mencurigakan di sistemnya. 

Tinder, Airbnb dan Spotify -- tiga layanan terbesar yang menawarkan login dengan Facebook -- tidak berkomentar ketika diminta komentarnya. 

Para penyerang bisa melakukan peretasan ini dengan menipu Facebook untuk memberikan "access token" -- layaknya kunci digital" -- memungkinkan mereka untuk mengakses akun pengguna seolah-olah dia adalah sang pengguna.

Setelah menyadari adanya kegiatan yang tidak wajar pada bulan ini, Facebook tahu bahwa sistemnya telah terserang pada Selasa sore waktu setempat. Mereka lalu menarik kembali access token ini sebelum mengumumkan tentang peretasan tersebut pada hari Jumat. Sayangnya, para hacker sudah terlanjut mendapatkan akses ke 50 juta pengguna Facebook. 

Masih belum diketahui siapa pelaku penyerangan ini. Selain itu, juga tidak diketahui alasan atau apakah Facebook memang merupakan target utama dari serangan ini.

Sekarang, Facebook telah menambal kelemahan yang ada dan mengeluarkan pengguna yang terpengaruh oleh serangan ini sehingga mereka harus masuk kembali ke Facebook.

Facebook menyebutkan, password para pengguna tidak terpengaruh oleh serangan ini. Pengguna yang menjadi korban juga akan mendapatkan notifikasi dari Facebook. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.